Untuk itu suara perempuan Papua mendesak pemerintah harua serius dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu maupun masa kini di Papua. Mereka meminta adanya penegakan hukum yang transparan dan adil demi memberikan rasa aman bagi warga sipil. Aksi berlangsung secara damai dengan pembacaan puisi, doa bersama, dan pembacaan pernyataan sikap secara resmi. Massa berharap poin-poin tersebut dapat segera ditanggapi oleh pihak berwenang melalui kebijakan nyata, bukan sekadar janji politik.Beberapa poin utama yang disuarakan antara lain: Mendesak penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kekerasan seksual tanpa kompromi. Kemudian, menuntut penghapusan kesenjangan upah gender dan penyediaan ruang kerja yang aman dari pelecehan. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…
Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…
Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…
Keharuan memuncak saat para siswa satu per satu berjalan ke depan untuk menerima tanda kelulusan.…
Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH mengatakan jika, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap…
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan…