

Para seniman Kotemporer Seni Rupa saat menyambangi Rumah Bakau Jayapura, Kamis (2/5). Para seniman ini akan menggelar “bedah plastic” dengan memanfaatkan sampah plastik. (foto:Gamel/Cepos)
JAYAPURA -Persoalan produk plastik yang sulit terurai menjadi perhatian dari tiga seniman seni rupa dari Jakarta yang akan melakukan “bedah plastik” di Jayapura akhir pekan ini. Ketiganya yaitu Moch Hasrul selaku koordinator, Pringgotono selaku documenter dan Winanda Suciyadi selaku Harvester.
Ketiganya membentuk kelompok yang disebut GudRnD atau kelompok perekayasa yang ada dilingkup Gudskul Ekosistem. Kelompok ini sendiri diprakarsasi oleh Studio Bagendit, Jakarta.
Hasrul menjelaskan bahwa saat ini GudRnD sedang berfokus pada mendaur ulang beberapa jenis plastik untuk dijadikan beberapa produk harian dengan system transaksi tukar dengan plastik kemasan.
Plastik dikatakan merupakan salah satu produk yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari namun sedikit yang mau berfikir soal jumlah dan dampak dari plastik yang digunakan.
“Operasi plastik menawarkan alternatif pengolahan limbah plastik dengan cara yang berbeda. Menggabungkan aspek artistik dan kreatif dalam proses pengolahan limbah plastik sehingga mampu menarik minat dan perhatian publik. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan mengubah persepsi masyarakat terhadap limbah plastik dengan memadukan seni dan pengolahan limbah plastik,” beber Hasrul di Entrop, Kamis (2/5).
Operasi Plastik juga ingin membuktikan bahwa limbah plastik bukanlah sesuatu yang tidak memiliki nilai. Sebab melalui proses kreatif, limbah plastik dapat diubah menjadi benda-benda baru yang memiliki nilai estetika dan kegunaan.
Dalam prosesnya, Operasi Plastik ini nantinya menjadi sebuah upaya untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. “Jadi nantinya kita akan mencoba bersama sama melakukan daur ulang dari kantong plastic kresek maupun tutup botol air mineral. Pemahaman soal sampah masih bisa memiliki nilai lebih ini harus ditanamkan,” tambahnya.
Ketiganya berharap nantinya usai workshop yang dilakukan di Jayapura ini muncul kreatifitas anak – anak muda di Jayapura untuk ikut memikirkan bagaimana mengolah sampah yang memiliki nilai ekonomis. “Kita akan belajar sama – sama dalam operasi ini dan pastinya ada banyak hal yang bisa dilakukan jika berbicara seni dan kreatifitas,” imbuhnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…