

Salah satu titik tumpukan sampah di jalan alternatif Waena Jayapura, Sabtu (1/2). (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Keberadaan sampah rumah tangga yang dibuang oleh oknum masyarakat di jalan alternatif Waena-Jayapura, atau di Jalan Belakang, kini mulai meresahkan para pengguna jalan.
“Tindakan seperti ini sangat disayangkan, karena ini sangat meresahkan kita sebagai pengguna jalan,” ujar Martin Rante, salah satu pengguna jalan yang dimintai keterangannya oleh Cendrawasih Pos, Sabtu (1/2).
Karena itu, dia berharap kepada masyarakat supaya tidak memelihara kebiasaan buruk terutama tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dia mengatakan mengurus sampah tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi itu menjadi tanggung jawab bersama terutama dimulai dari diri masing-masing.
“Kalau kita lihat di negara Jepang itu sampah tidak pernah kita lihat satupun di jalanan, karena mereka sadar bahwa itu bisa membawa musibah bagi manusia,” ujarnya.
Menurutnya tumpukan sampah di jalan alternatif tersebut sebenarnya sudah sangat lama dan seperti dibiarkan. Karena itu, dia juga meminta peran Pemerintah Kota Jayapura untuk menertibkan sampah-sampah tersebut dan memasang tanda larang di kawasan itu.
“Jadi untuk membangun kesadaran masyarakat ini memang pemerintah tidak boleh bosan. Kawasan ini harus tetap dijaga terutama dari pencemaran lingkungan dari tangan-tangan masyarakat yang tidak tertib,” ujarnya.
Pantauan Cendrawasih Pos ada dua lokasi yang cukup berjauhan di jalan alternatif itu yang saat ini sudah menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga milik masyarakat. Kawasan itu sebenarnya menjadi salah satu kawasan yang sangat asri apabila dijaga. Sebagaimana diketahui jalan alternatif itu dibangun pemerintah untuk mengurai kepadatan lalu linta di jalur utama di wilayah Kota Jayapura.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…