Categories: METROPOLIS

Pesparani Bukan Sekear Soal Juara, Tapi Jadi Peristiwa Iman

JAYAPURA-Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Nasional III, Sebastian Salang menyebut, seluruh rangkaian kegiatan Pesparani  yang digelar di Jakarta telah terselenggara dengan lancar. Sebastian menyebut, dari 38 provinsi yang hadir telah menunjukkan partisipasi yang luar biasa dan antusias serta penuh suka cita.

   “Pesparani substansinya bukan soal menang atau bukan sekedar soal juara. Tetapi merupakan peristiwa iman dan perjumpaan antara kita semua sebagai satu saudara dari Sabang sampai Merauke,”kata Sebastian pada acara closing ceremony di Ancol Beach City Internasional Stadium, Selasa (31/10) malam.

   Menurut Sebastian, dengan Pesparani diyakini iman kita semakin dikuatkan. Rasa kebangsaan dan patriotisme kita semakin ditangguhkan. 

“Walau di sana sini ada masalah, tapi masih bisa tersenyum dan melakukan Pesparani dengan luar biasa. Setelah kembali ke daerah masing masing, jadilah agen yang tetap menjaga Pancasila yang sama juga dengan kita menjaga Indonesia,”ajaknya.

   Sementara itu Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subiyanto Bunyamin OFM mengatakan, kebersamaan dan keberagaman bukan sekedar pesta. Pesparani adalah momen kebersamaan yang harus dilaksanakan di seluruh daerah.

   Ia berharap ajang Pesparani menjadi duta Bhineka Tunggal Ika,  bukan sekedar menghafal lima sila Pancasila. Akan tetapi menerapkannya dalam kehidupan kita masing – masing.

“Jadilah duta Bhineka Tunggal Ika. Hingga kebersamaan dalam keberagaman menjadi sumber,”  ungkapnya.

    Pada acara ini,  Provinsi Maluku menyabet juara umum dan berhak membawa pulang kembali Piala Bergilir berelief burung garuda di ajang Pesparani Nasional III tahun 2023, yang secara resmi telah ditutup Selasa malam (31/10).

  Kepastian juara umum ini setelah Maluku menyabet tiga champion yakni mata lomba Cerdas Cermat Anak, PS Dewasa Campuran dan PS Gregorian Pria Dewasa. Sedangkan untuk Juara Umum Kedua diraih Provinsi Sulawesi Utara yang meraih champion untuk mata lomba, PS Dewasa Wanita dan Mazmur Dewasa.

   Juara umum ketiga Provinsi Jawa Tengah juga meraih dua champion untuk PS Gregorian Remaja dan Mazmur Remaja. Sementara untuk Provinsi Papua harus puas dengan membawa dua gold/emas di mata lomba bertutur kitab suci Grasella Moy Wutoy dengan raihan nilai 92,33 poin beda tipis dengan peraih gold champion dari Sumatera Utara dengan poin 93.  (fia/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

14 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

21 hours ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

22 hours ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

23 hours ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

24 hours ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago