Dia mengungkapkan, kerjasama ini dilakukan terkait dengan upaya pengendalian inflasi di daerah Kota Jayapura. Di mana ada potensi sewaktu-waktu tertentu harga komoditas yang sudah di MoU kan, mengalami lonjakan harganya.
“Produksi yang sedikit di Kota Jayapura, yang paling dekat kita dapatkan itu dari Kabupaten Keerom, sehingga kepala daerah berinisiatif untuk MoU kemudian memerintahkan dinas teknis melakukan yang kita lakukan hari ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, penandatanganan MoU ini sebenarnya memudahkan pemerintah untuk pembelian, baik langsung oleh produsen ke konsumen, bisa juga langsung dari pedagang atau pengepul Keerom dengan pedagang atau pengepul di Kota Jayapura.
“Peran pemerintah kita awasi, ketika jumlah produksi sedikit, jauh dari permintaan di kota, menyebabkan harga naik, kita intervensi disitu,”tambahnya.(roy/tri)
Page: 1 2
Kondisi ini dapat ditemukan di hampir seluruh ruas jalan di wilayah kota bahkan di wilayah…
Willy Ater menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan setelah pihaknya melayangkan 2 kali panggilan kepada yang bersangkutan.…
Menurut Tony Wenas, peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tahun 2026 bukan sekadar…
Karena keberatan dengan tarif itu, Petrus menyebutkan bahwa banyak pedagang yang menunggak pembayaran selama bertahun-tahun,…
Bupati Waropen, Drs. F.X Mote, M.Si, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Yoel Boari, menegaskan…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak…