Categories: METROPOLIS

Kasus Pencurian dan Jambret Marak, Warga Kota Diminta Ekstra Waspada

JAYAPURA– Kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Jayapura Selatan belakangan ini cukup tinggi. Kasus pencurian itu lebih banyak menyasar kendaraan bermotor roda dua.
Tidak hanya itu, aksi jambret di jalanan juga kerap terjadi, walaupun ada beberapa yang digagalkan dan berhasil diungkap polisi.

Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Frets Lamahan mengatakan, warga diminta esktra waspada terutama dalam menjaga harta bendanya agar tidak menjadi sasaran dari para pelaku kejahatan.

Dia menyebut, di beberapa kasus yang dilaporkan, dari identifikasi pihak kepolisian lebih banyak peristiwa yang terjadi itu karena faktor kelalaian pemilik barang.

“Misalnya lupa mengunci kendaraanya, lupa mencabut kunci kontak kendaraan. Jadi banyak kasus yang terjadi itu karena faktor kelalaian sendiri dari para pemilik barang, jadi rata-rata kelalaian dari pemilik” kata AKP Frets Lamahan, Senin (2/10).

Di satu sisi pihaknya sejauh ini terus melakukan kegiatan patroli, hunting di kawasan kawasan pemukiman warga, jalanan dan dibeberapa lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan kambtibmas. Ini untuk mencegah aksi-aksi kejahatan yang dapat mengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Jayapura Selatan.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan hunting pada malam hari, siang hari. Kami juga melakukan hunting di tempat yang kami anggap rawan. Tapi namanya kejahatan ada saja celah untuk mereka melakukan kejahatan itu,” ujar pria tiga balok di pundaknya itu.

Menurutnya, aksi-aksi kejahatan yang dilakukan sejauh ini didorong oleh faktor ekonomi oknum-oknum pelaku kejahatan. Namun yang paling penting dan paling utama aksi kejahatan itu terjadi karena ada niat dan kesempatan.

“Faktor ekonomi ini mendorong orang untuk melakukan kejahatan karena mungkin mereka tidak mempunyai pekerjaan,” ujarnya.

Karena itu pihak meminta dan berharap agar masyarakat ekstra waspada atau berhati-hati terutama untuk mengamankan barang-barang berharga miliknya. Apalagi dengan jumlah personil polisi yang terbatas sehingga tidak mungkin hanya berjaga di satu kawasan atau di lokasi tertentu.

“Kami berharap paling tidak masyarakat itu ada pengamanan swakarsa yang mereka bisa lakukan. Kami sudah berupaya melakukan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat, supaya mereka bisa terlibat dalam kegiatan pengamanan, mungkin ronda malam dan membuat pos kamling supaya bisa kita sama-sama dengan aparat keamanan menjaga situasi tetap kondusif,”tambahnya.(roy).

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

14 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

15 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

16 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

17 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

18 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

22 hours ago