Categories: METROPOLIS

Dirikan Bangunan Tanpa IMB, Buang Sampah Sembarangan Faktor Utama Penyebab Banjir

Tiga orang anak tengah menyaksikan air yang meluap di Kali Acai beberapa waktu lalu. Buang sampah sembarangan menjadi faktor penyebab banjir di Kota Jayapura (FOTO : Noel Wenda/Cenderawasih Pos )

Aktivis Lingkungan Tentang Banjir yang Kerap “Mengepung” Kota Jayapura 

Tak bisa dipungkiri kondisi Kota Jayapura saat ini sudah cukup mengkhawatirkan, hujan turun sebentar saja beberapa wilayah di Kota Jayapura sudah tergenang, apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mencegah agar banjir tak semakin parah?

Laporan : Noel Wenda 

Bencana alam yang terjadi tanpa diundang dalam kehidupan masyarakat telah banyak memakan korban baik manusia dan  harta berda maka kehadiran bencana yang menjadi siklus tahunan perlu ada kesiapsiagaan masyarakat untuk tanggap dalam mengurangi risiko bencana.

Ya, aktivis lingkungan dari Kipra Papua Edward Agaki mengakui penimbunan muara kali, pembangunan bangunan tanpa IMB, ditambah dengan kesadaran masyarakat yang minim menjadi penyebab meningkatnya banjir. 

 Dikatakan, persoalan banjir  tahunan dan tiga tahunan sekali di kota Jayapura bukan saja kelalaian pemerintah tetapi dampak dari perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan akhirnya mengakibatkan banjir. 

 Pihaknya juga mengajak LSM-LSM untuk menyuarakan mengenai lingkungan. Tetapi kendalanya masing-masing LSM berjalan dengan visinya. Sehingga minim sekali kami temukan orang yang membicarakan tentang lingkungan di Tanah Tabi khususnya kota Jayapura.

 Edward mengatakan, tahun lalu mereka bekerjasama dengan Oxfam. Tujuan Bekerja sama untuk memberikan penguatan ke empat kelurahan, Muara Tami, Gurabesi, Entrop, Koya Barat, dan di Hamadi.

 “Kami bersama Oxfam bentuk kelompok kecil. Kelompok tim siaga bencana. Kita mencoba memberikan penguatan kapasitas dan menyediakan peralatan-peralatan.  Kami sediakan mereka ini akan memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar. Dan beberapa kali terjadi banjir di Kota Jayapura mereka ini yang turun duluan. Longsor di Hamadi teman teman binaan kami yang antar ke rumah sakit,” katanya.

 Edward Agaki mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk melihat, serta mengantisipasi ancaman yang ada di lingkungan mereka. Supaya mereka sendiri bisa mengantisipasinya.

“Kalau kita lihat sungai sungai atau kali kali di kota Jayapura di hulu itu luas. Tetapi di muaranya itu mengalami penyempitan. Karena, ada bangunan mereka juga membuang sampah sembarang di kali tersebut sehingga ketika banjir mudah sekali terjadi di banjir,” katanya.

 Sementara itu dari data yang dihimpun dari berbagai sumber bahwa banjir yang cukup besar terakhir terjadi di Kota Jayapura 22 Februari lalu, dan ada 3 distrik yang terkena dampak yaitu Distrik Abepura, Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja

Dan Distrik Heram, Perumnas IV, Komplek Organda, Distrik Jayapura Selatan, Komplek SMU 4, Komplek Thomas, Komplek PTC Entrop, Komplek Hamadi  Ketinggian banjir bervariasi antara 0.5 – 1,5 meter berdampak  1.300 KK mengalami bencana. (*/wen)

newsportal

Recent Posts

Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…

48 minutes ago

Golkar Papua Selatan Percepat Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…

2 hours ago

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago