Ia menegaskan proses perluasan program ini dilakukan secara bertahap dan tidak bisa langsung mencakup seluruh wilayah. Menurutnya, program MBG sejatinya diperuntukkan bagi seluruh anak di berbagai daerah. Baik di kota, pedesaan, maupun wilayah pinggiran.
Namun, secara umum, pelaksanaan saat ini masih lebih banyak menyasar wilayah perkotaan.
“Kami tetap usahakan agar wilayah luar kota juga mendapat pelayanan. Ini hanya masalah waktu saja,” tambahnya.
Dikatakan, salah satu kendala yang menyebabkan daerah pinggiran belum terjangkau adalah masalah pendaftaran ke Satgas MBG. “Jika sudah didaftarkan ke Satgas, kemudian diberikan waktu untuk membangun dapur. Di kota sudah berjalan karena aglomerasinya sudah terdata dan terlayani,” pungkasnya. (fia/tri)
Page: 1 2
Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…
Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…
Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…
Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…