Menurutnya peran keluarga dalam mengatasi masalah tersebut sangat penting. Hal itu dilakukan agar keberadaan anak jalanan ini merasa diakui dan dipenuhi hak-haknya oleh keluarga hingga masyarakat.
“Ini sangat mendasar, anak-anak itu perlu pengakuan, perlu perhatian, keluarga, orangtua, saudara terdekat maupun lingkungan sekitar. Ketika ada pengakuan mereka akan merasa nyaman untuk tinggal di lingkungan tersebut atau ditengah masyarakat,” terangnya.
Selain itu, untuk meminimalisir banyaknya anak jalanan di Kota Jayapura, wakil rakyat itu menyarankan anak-anak harus diberikan aktivitas, seperti sekolah, kursus dan lain sebagainya.
Jika, aktivitas itu tidak ada, maka tidak salah jika anak-anak akan cari kenyamanan di tempat lain, sehingga membentuk suatu kelompok baru dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Untuk itu ia berharap kepada pemerintah sebagai lembaga sosial harus memiliki program-program yang terukur dan jelas untuk menangani anak-anak jalanan tersebut, salah satunya membuat rumah singgah. “Mereka (Dinas sosial) harus berkomunikasi dengan anak-anak jalanan. Apa maunya mereka?. Dibuatkanlah rumah singgah untuk anak-anak ini,” pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…