Categories: METROPOLIS

Diguyur Hujan Deras, SO Jadi Sarat Makna

Puluhan penggiat dan pemerhati lingkungan bergandengan tangan dalam malam Swicth Off 2019 di lapangan Otonom, Kotaraja, Sabtu (31/3). Meski diguyur hujan, pesan untuk pelestarian tetap tersalur baik. ( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA – Agenda malam swicth off (SO) 2019 yang dilakukan gerakan Earth Hour Jayapura di Lapangan Otonom Kotaraja, Sabtu (30/3) kemarin diguyur hujan. Ini terjadi saat sesi pembacaan puisi dimana salah satu peserta membacakan puisi dengan menggunakan bahasa lokal dan menyebut Robongholo. Tanda-tanda bakal terjadi hujan deras memang sudah terlihat dimana ketika acara dimulai rintik hujan mulai turun. Meski demikian acara  yang dilakukan dengan simbolik mematikan lampu selama 1 jam ini tetap berjalan bahkan semakin  bermakna. 

 Ini lantaran seluruh tim kreatif mengajak tamu undangan dan peserta untuk berbasah-basahan berdiri di tengah lapangan  dan berpegangan tangan membuat lingkaran kemudian mengheningkan cipta untuk merenung atas musibah yang terjadi di Sentani dan Kota Jayapura. “Aksi ini hanya sebuah simbol namun yang terpenting adalah bagaimana menjadikan gerakan ini sebagai  kebiasaan dan terus dikembangkan,” kata Direktur WWF Program Papua, Benja Mambai. Ia kembali menegaskan bahwa persoalan lingkungan harus dimulai dari lingkup terkecil dan menjadi tanggungjawab semua. 

 Kata Benja persoala lingkungan terbanyak yang terjadi di Indonesia adalah gempa dan banjir bandang dan salah satu yang cukup parah serta menjadi perbincangan hangat di Jakarta adalah soal kondisi Gunung Cycloop dan kejadian banjir di Sentani. “Kejadian di Sentani menjadi pembelajaran yang juga penuh pesan, bagaimana ikut menjaga agar tak terlalu berdampak,” bebernya. Acara SO di tahun 2019 ini menjadi aksi ke 12 dengan melibatkan 170 negara dimana ada 30 kota yang ambil bagian dari Aceh hingga Papua. “Untuk Papua ada juga dilakukan di Asmat dan Merauke, kami berharap ini terus menyebar bagaimana sikap lebih peduli termasuk bentuk pelestarian terhadap alam,” pungkasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago