Categories: MIMIKA

​10 Dokter Peserta Program Internship Tuntaskan Masa Bakti Satu Tahun di Mimika

MIMIKA — Sebanyak 10 dokter peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) secara resmi menyelesaikan masa bakti satu tahun di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (23/5).

Program magang wajib dari Kementerian Kesehatan RI periode Mei 2025–Mei 2026 ini dirancang untuk mematangkan kompetensi para lulusan baru sebelum menjadi dokter mandiri. Selama setahun penuh, para dokter tersebut dibagi bertugasi di tiga wahana pelayanan kesehatan, yakni enam bulan di RSUD Mimika serta enam bulan berikutnya secara bergantian di Puskesmas Wania dan Puskesmas Pasar Sentral.

Pelepasan yang berlangsung di Ruang Pertemuan RSUD Mimika ini turut menandai pencapaian khusus bagi pelayanan kesehatan lokal dengan lulusnya dr. Sephia Chrisilla Jangkup.  Putri daerah lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta asal Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura ini tercatat sebagai dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

​Para peserta internship mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Mimika yang khas memberikan pengalaman klinis yang tidak didapatkan di rumah sakit pendidikan mereka sebelumnya, khususnya dalam menangani kasus penyakit tropis endemik.

​”Di RSUD Mimika dalam 6 bulan kita di sini, banyak sekali kita dapat kasus malaria, bahkan dalam 6 bulan itu kita bisa dapat lebih dari 50-an pasien kayak gitu, dengan tingkat sakit yang dari sakit malaria biasa saja sampai komplikasi sudah ke ginjal, ke otak, itu kita dapat semua di RSUD Mimika,” ujar salah satu dokter peserta internship, dr. Katrina Stevelin Burdam.

Katrina menambahkan, meski jam kerja terasa lebih panjang karena tingginya volume pasien, RSUD Mimika merupakan wahana pematangan yang sangat direkomendasikan karena para dokter magang diberikan ruang untuk memeriksa berbagai variasi kasus dengan supervisi ketat dari dokter senior dan dokter spesialis.

Senada dengan itu, dr. Sephia Chrisilla Jangkup membagikan pengalamannya selama bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan bangsal perawatan RSUD Mimika.

“Di IGD nanti setelah 3 bulan itu saya banyak sekali mendapatkan pembelajaran dari khususnya dari dokter-dokter umum di IGD, karena mereka merupakan pendamping kami selama di IGD,” kata Sephia.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Soal Bully, Bukan Candaan Jika Korban Merasa Malu dan Tertekan

Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dianggap sebagai sekadar candaan apabila telah menimbulkan rasa takut, malu,…

20 minutes ago

Potongan Karton Akhirnya Diganti Topi, Orang Tua Ikutan Terharu

Berlangsung selama lima hari penuh sejak tanggal 6 Juli, pelaksanaan orientasi tahun ini tampil beda.…

2 hours ago

Muntahan Material Gunung Berapi Buat Panik Warga

Dalam video yang beredar luas di media sosial, material vulkanik tersebut mengapung sangat rapat hingga…

3 hours ago

Stevie Minta Manejemen Hati-hati Pilih Pemain Asing

Mantan pemain Persipura Jayapura dan Tim Nasional Indonesia, Stevie Bonsapia, memberikan masukan mengenai komposisi pemain…

5 hours ago

Arthur Prioritaskan Tawaran Klub Indonesia Dibanding Thailand dan Brasil

“Sekarang saya mulai memikirkan masa depan saya. Sebelumnya, saya sangat fokus untuk melanjutkan karier di…

6 hours ago

Pemuda Hobong Harus Lebih Produktif

Kata Ondoafi Piet Ibo, para generasi muda membutuhkan gambaran konkrit yang merubah mindset dan program…

7 hours ago