Soal adanya informasi bibit-bibit tersebut busuk dan rusak setelah tiba di Timika, Alice pun membenarkan hal tersebut. Ia mengakui bahwa memang ada sejumlah bibit bawang merah yang busuk dan rusak. Namun, hal ini bukan suatu kesengajaan melainkan kesalahan pada proses pengemasan oleh pihak pemasok.
Alice menegaskan bahwa meski begitu tidak mempengaruhi kondisi bibit secara keseluruhan. Ia menjelaskan bahwa bibit bawang merah adalah barang hidup sehingga proses pengemasan harus sesuai standar.
Dikatakan bahwa jumlah bibit yang rusak itu sebanyak 500 kilogram. Akan tetapi Distanbun berkomitmen akan mengantinya. Distanbun bahkan telah menyiapkan satu hektar tambahan untuk penanaman bibit pengganti.(mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Erwin Natosmal Umar, kuasa hukum dari terdakwa kep[ada wartawan disela-sela pelimpahan itu meminta agar penanganan…
Aparat gabungan menyita sedikitnya 114,8 liter minuman keras lokal jenis sopi dalam razia massal di…
Kejari Jayawijaya Sunandar Pramono,SH, MH menyatakan untuk yang pertama, tim baru menetapkan satu tersangka dalam…
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso S.Pd, M.Pd menyatakan terkait dengan innformasi adanya pungutan…
Kejaksaan Negeri Mimika mengumumkan telah mengantongi identitas pelaku dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah…
Kasat Narkoba Polres Jayawijaya Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan ada dua orang warga yang…