Lalu, terdapat peningkatan untuk partisipasi anak Sekolah Dasar (SD), dengan jumlah 181 anak usia 7 sampai 12 tahun atau setara dengan 3,0 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk partisipasi warga negara 13 sampai 15 tahun yang berpartisipasi dalam pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) meningkat sebesar 0,66 persen dari tahun sebelumnya.
“Sudah meningkat tapi tetap ada data Pak (Bupati), data ini paling menurut saya perlu dipertanyakan, SD 181 yang tidak bersekolah, tapi di tingkat SMP ada 8.086 anak yang tidak bersekolah. Artinya pikiran Saya Pak Bupati, (anak-anak) tamat SD sudah tidak bersekolah,” ungkap Imelda.
Imelda melanjutkan, kemudian untuk pendidikan kesetaraan meningkat sebesar peningkatan sebesar 10,87 persen. Namun, masih ada angka yang harus dijawab oleh seorang kepala daerah. Sebab, di Mimika masih terdapat 982 anak usia 7 hingga 18 tahun yanh putus sekolah dan belum mendapatkan pelayanan pendidikan kesetaraan. (mww)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk TPP ASN sebesar Rp7,5 miliar, sementara THR mencapai Rp25…
Ketua Bawaslu Papua, Hardin Halidin mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pengawas pemilu atas…
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa rumah singgah tersebut disiapkan sebagai tempat…
Juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan mengaku puas dengan etos kerja anak asuhnya. Menurutnya, pemusatan latihan…
Karena itu, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi fokus utama perusahaan daerah tersebut. “Air bersih…
General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer…