Categories: MIMIKA

Kasus Penganiayaan Salah Tangkap, Naik ke Tahap Penyidikan

MIMIKA – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika telah menaikkan status kasus penganiayaan korban salah tangkap di Mimika dari lidik menjadi sidik.

Status perkara ini dinaikkan usai dilaksanakannya gelar perkara di ruang Reskrim Polres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq yang juga dihadiri sejumlah pejabat Polres Mimika lainnya serta para saksi-saksi, Senin (19/8/).

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq saat ditemui membenarkan hal tersebut.  “Kami dari Sat Reskrim Polres Mimika baru saja melaksanakan gelar (perkara) peningkatan kasus dari lidik ke sidik,” ujarnya kepada wartawan usai gelar perkara.

AKP Fajar mengatakan, dari hasil pengembangan pihaknya telah memeriksa sebanyak 18 saksi guna memperkuat bukti-bukti sesuai fakta yang terjadi atas kasus tersebut.

Sebelumnya, juga telah dilakukan reposisi dan penyidik sudah menyaksikan secara langsung peran dari masing-masing terduga pelaku.  “Dari hasil reposisi kita kurang lebih ya cukup melihat bagaimana peran-peran dari setiap orang yang berada di lokasi,” katanya.

“Dan rencananya kami akan kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap beberapa saksi berdasarkan hasil gelar perkara yang kami sepakati tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Fajar juga menyebutkan bahwa sampai saat ini dari semua terduga pelaku belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian, pihaknya akan segera menetapkan tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan.

Adapun perkara penganiayaan dan pengeroyokan terhadap tiba orang korban salah tangkap ini terjadi di Perumahan Regency, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Papua tengah pada 14 Juli 2024 lalu.

Meskipun belum dapat disebutkan inisial para terduga pelaku, namun Polisi telah mengantongi 5 nama yang diduga sebagai pelaku.  Adapun ketiga korban penganiayaan tersebut yakni FBH, HVMU dan JWU telah membuat laporan polisi pada 18 Juli 2024 lalu dan telah dimintai keterangan awal.  (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

1 day ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

1 day ago