Categories: MIMIKA

APA Minta Penerimaan ASN 100 Persen dari Asli Kab. Mimika

PJ Bupati Mimika: Seleksi ini Sudah Jelas, 80 Persen OAP

MIMIKA – Ratusan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Amungsa (APA) menggelar aksi unjuk rasa di gedung A Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (18/11) kemarin.

Mereka menuntut agar Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito dapat mengupayakan agar pada pencaker OAP khususnya Amungme Kamoro serta 5 suku kerabat di Kabupaten Mimika dapat diloloskan tanpa syarat pada tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami sampaikan untuk bagaimana Amungme Kamoro dan 5 suku kerabat lainnya lulus 100 persen di Kabupaten Mimika,” kata Ketua APA, Elois Kemong.   Kami tidak menuntut yang lain-lain, cukup Amungme Kamoro dan 5 suku kerabat lainnya untuk lulus seratus persen,” tambahnya.

Mereka juga mendesak agar nilai standar dari hasil tes CPNS tidak dijadikan sebagai ukuran untuk penerimaan CPNS tahun 2024 untuk OAP, khususnya Amungme Kamoro serta 5 suku kerabat.

“Kami harus diprioritaskan, mengapa saya bilang begini, di Timika ini dataran tinggi dan dataran rendah, dataran tinggi punya perkembangan beda dengan dataran rendah, oleh karena itu perbandingan ini yang kami kumpulkan jadi satu dari pantai hingga pesisir,” ungkap Elois.

Berkaitan dengan ini, Pj Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito menjelaskan, Sistem Seleksi Calon Aparatir Sipil Negara (SSCASN) tahun ini sudah berlangsung dan tinggal menunggu hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk lanjut ke tahap selanjutnya.

Ia pun menyayangkan aliansi yang melakukan demo untuk menyampaikan aspirasi untuk mengutamakan Orang Asli Papua (OAP). Padahal sudah ada ketentuan bahwa penerimaan CPNS di wilayah Papua sudah ditentukan bahwa 80 persen itu adalah OAP.

“Seleksi ini bukan sekadar ikut-ikutan, aturan sudah jelas, 80 persen OAP. Di dalam sistem tersebut tidak menyebutkan suku atau apapun. Kalau kita harus memaksakan lagi, berarti kita sama saja merusak sistem yang ada,” tegas Valentinus.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

3 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

4 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

8 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

8 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

15 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

16 hours ago