Categories: MIMIKA

Kreatif! Karyawan Freeport Rayakan HUT ke-59 dengan Drama Musikal

MIMIKA – Kabut menggelayut menyelimuti kawasan Sport Hall Tembagapura, Timika, Papua Tengah, Selasa malam, 7 April 2026. Gedung olahraga karyawan Freeport Indonesia itu disulap menjadi ruang pertunjukan.

Ada panggung lengkap dengan tata suara, tata panggung dan pencahayaan. Beberapa karyawan dengan kostum kerja masing-masing menari diiringi lagu-lagu Timur, disaksikan ratusan rekan-rekannya di bangku penonton.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati, menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-59 ini menjadi pengingat bahwa di ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut, di tengah dinginnya udara Tembagapura, ada api solidaritas yang tak pernah padam.

Keluarga besar PTFI telah membuktikan bahwa mereka benar-benar One Freeport, satu keluarga, satu visi, dan satu kekuatan yang tak tergoyahkan. “Malam ini sangat istimewa sekali menyaksikan karyawan tambang Freeport tampil dalam sebuah drama musikal One Freeport One Family dalam rangka Peringatan Ulang Tahun ke-59 Freeport Indonesia,” kata Katri.

Ia mengatakan di tengah tantangan perusahaan yang sangat tinggi dan rasa duka yang masih belum sepenuhnya hilang, para karyawan dengan penuh semangat menyiapkan peringatan HUT PTFI. Drama musikal kolaboratif ini melibatkan karyawan dan keluarga mereka yang disutradarai oleh Seniman Agus Noor.

“Hampir seluruh elemen produksi diisi oleh talenta internal, mulai dari karyawan hingga anak-anak sekolah di Tembagapura. Prosesnya sekitar dua pekan, mulai dari audisi hingga latihan-latihan intens sepulang karyawan bekerja, atau setelah anak-anak pulang sekolah. Jadi betul- betul jadwalnya fleksibel mengikuti para pemain,” kata Katri.

Drama Musikal One Freeport One Family berlangsung dua jam, mengisahkan tentang kehidupan karyawan di wilayah operasional tambang PT Freeport Indonesia yang hidup rukun dan harmoni di tengah keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan agama.

Sandi Claudio, karyawan dari Underground Mine Division, mengaku sangat bangga bisa terlibat, karena cerita yang dibawakan begitu dekat dengan kehidupannya. “Yang membuat spesial, drama ini menceritakan tentang kehidupan di tambang bawah tanah. Saya menemukan cinta di tempat ini, sama seperti cerita yang ditampilkan,” ungkapnya.

Dora, karyawati Papua dari Mining Safety Division bercerita tampil di panggung drama musikal ini membuat dia jadi banyak teman dari berbagai divisi maupun departemen lain. Dari proses latihan, ia berkenalan dengan sesama pemain, mengetahui area kerja masing-masing, sehingga perlahan-lahan terbangun chemistry.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

23 hours ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

24 hours ago

Pelaksanaan PSN Tetap Terkawal di Tengah Memanasnya Film Pesta Babi

Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…

1 day ago

HIV Masih Tinggi, Tak Bisa Hanya Ditangani Nakes

Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…

1 day ago

Persiapan Kembalikan Massa, Pemkab Lanny Jaya Siapkan Prosesi Adat Lepas Panah Secara Budaya

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali.  Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…

1 day ago

Tan Monj Terpilih Diharapkan Jadi Duta Wisata Daerah

Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…

1 day ago