Saat ini, Puskesmas Tapormai hanya diperkuat oleh delapan orang personel aktif, termasuk satu orang dokter. Jumlah ini menyusut dari kapasitas ideal yang seharusnya diisi oleh 32 orang (dibagi dua tim masing-masing 16 personel). Pengurangan tenaga ini terjadi karena sebagian besar nakes yang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedang ditarik ke kota untuk mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) Prajabatan, sehingga operasional puskesmas kini praktis hanya bergantung pada tenaga kontrak dan sisa pegawai negeri yang ada.
Terkait kondisi kesehatan masyarakat, Reimundus memaparkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih mendominasi sebagai penyakit tertinggi di wilayah kerjanya, disusul oleh penyakit malaria di urutan kedua, serta beberapa temuan kasus penyakit kulit seperti scabies. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…