Categories: MIMIKA

PTFI-Uncen Perkuat Fondasi Pendidikan Inklusif di Tanah Papua

Wujudkan Sinergi Raksasa Industri dan Akademisi

MIMIKA – Sebuah langkah monumental bagi masa depan pendidikan di Timur Indonesia resmi dipancangkan. Universitas Cenderawasih (UNCEN) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) mempererat kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif serta berkelanjutan. Prosesi ini berlangsung khidmat di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan Uncen , Jayapura, Rabu (11/3)

Dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Senin (6/4) dijelaskan bahwa Kolaborasi ini menandai babak baru dalam integrasi antara dunia industri pertambangan kelas dunia dengan institusi pendidikan tinggi terbesar di Papua.

Rektor Uncen , Prof. Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE, M.Sc., agr, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan evolusi dari hubungan panjang yang telah terjalin, terutama setelah serah terima gedung sains pada akhir tahun lalu.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam penguatan kemitraan strategis Universitas Cenderawasih dengan PT Freeport Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari perjalanan kolaborasi panjang yang telah terjalin dengan baik, termasuk momentum bersejarah serah terima Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN pada Desember 2025 lalu,” ujar Rektor dalam sambutannya.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, yang hadir langsung memberikan kuliah umum, menyoroti pentingnya sinkronisasi antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan industri harus dijembatani melalui kolaborasi yang terukur.

“Freeport membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni untuk menjalankan pertambangan, Uncen akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus mengorbankan kurikulum yang sudah ada atau standar nasional yang ada,” tegas Tony Wenas yang mencatat kunjungan kelimanya ke kampus tersebut.

Lebih lanjut, Tony memaparkan cakupan kerja sama yang kian meluas, mulai dari riset fauna endemik Singing Dog di Grasberg hingga aspek sosial antropologi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Cuaca dan Perairan Jayapura Bersahabat

  Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca…

21 minutes ago

MR Kambu Tinggalkan Warisan Emas di Pemerintahan dan Lapangan Hijau

Kabar duka ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari Bupati Keerom yang juga menjabat…

5 hours ago

MR Kambu Meninggal, ABR: Kota Jayapura Berduka

  Abisai mengatakan kepergian almarhum meninggalkan rasa kehilangan besar bagi Kota Jayapura. Selain pernah memimpin…

6 hours ago

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Lagi Hangus

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal…

1 day ago

Pasukan Tempur Disiapkan

​Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli…

1 day ago

Jejak Buron Lapas Abepura Masih Gelap

"Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun…

1 day ago