Sepanjang perjalanan, malam yang dingin pecah oleh nyanyian rohani dan puji-pujian yang dilantunkan serempak. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya atraksi semburan api yang disuguhkan beberapa peserta, menambah dramatisasi cahaya di tengah kegelapan malam.
Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, ribuan umat langsung melanjutkan rangkaian ibadah menyambut Fajar Paskah sebagai simbol kemenangan atas maut.
Perayaan ini berakhir dengan tertib, menegaskan bahwa Pawai Obor di Mimika bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…