Sepanjang perjalanan, malam yang dingin pecah oleh nyanyian rohani dan puji-pujian yang dilantunkan serempak. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya atraksi semburan api yang disuguhkan beberapa peserta, menambah dramatisasi cahaya di tengah kegelapan malam.
Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, ribuan umat langsung melanjutkan rangkaian ibadah menyambut Fajar Paskah sebagai simbol kemenangan atas maut.
Perayaan ini berakhir dengan tertib, menegaskan bahwa Pawai Obor di Mimika bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…