Sepanjang perjalanan, malam yang dingin pecah oleh nyanyian rohani dan puji-pujian yang dilantunkan serempak. Kemeriahan semakin memuncak dengan adanya atraksi semburan api yang disuguhkan beberapa peserta, menambah dramatisasi cahaya di tengah kegelapan malam.
Setibanya di Graha Eme Neme Yauware, ribuan umat langsung melanjutkan rangkaian ibadah menyambut Fajar Paskah sebagai simbol kemenangan atas maut.
Perayaan ini berakhir dengan tertib, menegaskan bahwa Pawai Obor di Mimika bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antarwarga. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca…
Kabar duka ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari Bupati Keerom yang juga menjabat…
Abisai mengatakan kepergian almarhum meninggalkan rasa kehilangan besar bagi Kota Jayapura. Selain pernah memimpin…
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 28 ayat (1) dalam Pasal…
Ketiga korban tewas ditembak di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin, 20 Juli…
"Kami memantau setiap isu yang beredar, termasuk kabar keberadaan mereka di Serui, Boven Digoel, maupun…