

Budayawan Asal Suku Kamoro, Dominggus Kapiyau. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Momen Hari Tari Internasional
MIMIKA – Suku Kamoro merupakan salah satu suku yang dikenal dengan ragam budayanya yang unik. Mulai dari ukiran, nyanyian adat hingga tarian-tarian tradisional dari Suku Kamoro atau dengan nama lain disebut Mimika Wee.
Tanggal 29 April bertepatan dengan Hari Tari Internasional (International Dance Day). Budayawan Asal Suku Kamoro, Dominggus Kapiyau memaparkan sedikit keresahannya tentang tarian adat Suku Kamoro yang mulai lenyap di kalangan muda-mudi khususnya putera-puteri orang asli Suku Kamoro.
Dominggus menjelaskan, Kamoro sendiri diartikan sebagai manusia yang hidup yang hanya menghormati dan menghargai orang lain lebih dari dirinya sendiri.
Dominggus mengatakan, sementara nama Mimika yang kini kita kenal artinya suatu tempat, nama Mimika diambil dari kata Mimiaika yang artinya banjir sedang berjalan atau arus sedang berjalan.
Kata Dominggus, Yang paling menarik dari Suku Kamoro atau Mimika Wee ini salah satunya adalah tarian tradisionalnya yang unik dan berbeda-beda di setiap kampungnya.
Suku Kamoro memiliki banyak tarian-tarian adat atau tarian tradisional, beberapa diantaranya yakni Tari Sukun yang berasal dari Kampung Mioko dan Kokonao. Lalu, di Kokonao selain Tari Sukun ada juga Tari Ikan.
Kemudian, di Sempan, Mimika Timur, ada tarian Panen Tembakau, lalu di Hiripau ada Tari Semut dan Tari Ular, lalu Tari Setan dari Kampung Atuka, dan Tari Kasuari di Kampung Iwaka.
Semua tarian diatas memiliki makna yang berbeda-beda dan dapat ditemui pada momen-momen tertentu saja seperti festival kebudayaan atau pada saat perayaan-perayaan adat lainnya.
Page: 1 2
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…
Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…
Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…
Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…
Menurut Fakhiri, pembangunan Papua tidak dapat hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.…
Menurut Mote, konektivitas menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di Waropen.…