Categories: SENTANI

Warga di Zona Kuning Diharap Tetap Waspada

Bupati Mathius Awoitauw ( FOTO: Robert Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura yang juga sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  meminta dengan tegas agar masyarakat yang berada di daerah zona kuning di wilayah Kabupaten Jayapura agar tetap waspada dan tidak boleh ceroboh dalam beraktivitas. Imbauan dan permintaan itu sekaligus ditujukan kepada para jemaat atau gereja di Kabupaten Jayapura yang sampai saat ini tetap menjalankan ibadah setiap hari minggu atau hari besar agama lainnya. 

“Masyarakat, jemaat yang ada di zona kuning tidak boleh ceroboh,” kata Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Jumat (29/5).

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan dari pemuka agama dan juga hamba Tuhan, khususnya di daerah pesisir yang belum terpapar Covid-19 masih menjalankan kegiatan ibadah hari Minggu.  Kendati demikian, menurut bupati dua periode itu, untuk pelaksanaan ibadah hari di gereja yang ada di pinggiran dan daerah pesisir tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ada.

Menurutnya, daerah yang masih dalam kategori zona kuning itu artinya di daerah tersebut sudah terdapat pasien dalam pengawasan Covid-19. Sehingga masyarakat yang ada disekitar atau di lingkungan tersebut tidak boleh ceroboh dan pada saat melaksanakan kegiatan sehingga bisa terhindar dari wabah tersebut.

Dia menyebutkan, saat ini daerah zona merah di Kabupaten Jayapura masih berada di wilayah Distrik Sentani di mana penyebaran Covid-19 ini terdapat di dua kelurahan yaitu Kelurahan Dobonsolo dan di Kelurahan Hinekombe. Sementara itu bagi masyarakat yang masuk dalam kategori zona hijau juga diharapkan tidak berpuas diri karena aktivitas masyarakat yang melintasi wilayah satu dengan wilayah lainnya itu sangat berpotensi membawa wabah  tersebut. Itu sebabnya, Bupati Jayapura mengajak masyarakat yang ada di kampung atau yang ada dalam zona hijau ini supaya tidak lagi datang atau beraktivitas di kota, namun tetap berada di kampung dan menggarap lahan pertanian.

“Dalam berbagai kesempatan, kami sudah sering mengingatkan supaya yang ada di kampung tidak boleh ke kota sehingga mereka hanya fokus kerja kebun di kampung,” imbuhnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

11 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

12 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

13 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

14 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

15 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

19 hours ago