

Polisi saat mengamankan lokasi ditemukannya mayat pria tanpa identitas di BTN Dobonsolo Sentani, Senin (27/3). (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Mayat pria tanpa identitas ditemukan di BTN Dononsolo Sentani, Senin (27/3) sore. Belum diketahui penyebab kematian pria yang diperkirakan berusia antara 30-40 tahun itu. Saat di lokasi, polisi masih kesulitan mengidentifikasi korban. Hal ini disebabkan karena minimnya petunjuk, termasuk barang bukti yang ada di lokasi kejadian.
Riki salah satu saksi mata menyebutkan, sebelum ditemukan, warga yang tinggal di sekitar lokasi itu mencium bau menyengat sejak Sabtu (26/3). Mereka sempat menyangka ada bangkai tikus, namun bau itu semakin menyengat selama dua hari terakhir. Hingga saksi Riki memanggil tetangganya untuk mengecek dari luar karena banyaknya kerumunan lalat didekat jendela kamar rumah korban. Selanjutnya saksi bersama rekannya melapor ke Ketua RT setempat mengenai kondisi tersebut. Mereka juga menghubungi pemilik rumah, karena korban diketahui hanya mengontrak di rumah tersebut.
“Jadi dia tinggal dengan istrinya, selama ini kami hanya lihat istrinya, sementara dia tidak pernah kami lihat,”ujarnya.
Informasi lain yang dihimpun media ini, korban tinggal bersama istrinya dan memiliki dua orang anak. Satu anak berusia tiga tahun dan satunya lagi usia baru satu tahun. Saat kejadian, diduga istri dan anaknya sudah meninggalkan pelaku sendirian.
“Sempat antar beli obat hari Minggu 5 Maret, dia minta bantuan belikan obat, tapi dia kasih HPnya untuk dijual. Saya yang bantu jual dia punya HP dengan harga Rp 150 ribu dan uangnya saya pakai beli obat milanta, sisanya saya kasih kembali ke dia,”ujar tetangga lainnya bernama Mikel.
Polisi sudah mengamankan mayat korban dan dibawa ke RS Bhayangkara. (roy/ary)
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol mengatakan, salah satu alasan nikah…