Categories: SENTANI

Sejumlah Faskes di Mambra Terancam Krisis Obat?

Jhon Maitindom ( foto:Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Seluruh fasilitas layanan kesehatan (Faskes) bagi masyarakat  dibawa kendali Pemerintah Kabupaten Mambramo Raya, mulai pustu, puskesmas, hingga rumah sakit  terancam akan mengalami krisis obat-obatan. Hal ini disebabkan karena menipisnya stok obat-obatan di gudang farmasi milik pemkab Mambramo Raya. 

  “Kondisi terahkir pelayanan kesehatan di Kabupaten Mambramo Raya, terhitung sejak tiga bulan terakhir itu kondisi  stock di gudang farmasi maupun di puskesmas dan pustu sudah minim,” kata tokoh pemuda yang juga sebagai ketua KNPI Kabupaten Mambramo Raya, Jhon Maitindom, kepada wartawan di Sentani, Selasa (25/5).

  Saat ini layanaan kesehatan kepada masyarakat di sejumlah faskes yang ada hanya bertahan dengan ketersediaan obat dalam kondisi terbatas. “Kami juga belum tahu penyebab kenapa kodisi ini bisa terjadi. Tapi informasi yang kami terima, Dinas Kesehatan sampai saat ini belum mendapatkan DPA,” ujarnya. 

   Pihaknya juga mempertanyakan persoalan ini kepada kepala daerah setempat mengenai kondisi itu. Padahal sekarang sudah masuk bulan ke enam.  Belum adanya penyerahan DPA itu juga berdampak pada pencairan dana operasional Puskesmas dan Pustu.  Hal ini kemudian akan sangat berpengaruh terhadap pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan  dari pemerintah. 

  “Terutama tentang ketersediaan obat dan bahan habis pakai. Karena di gudang farmasi saja sekarang sudah tidak ada obat,” singkatnya.

   Berdasarkan informasi dari pihak puskesmas dan pustu di daerah itu, dapat dipastikan, untuk satu sampai dua pekan kedepan, layanan kesehatan bagi masyarakat di sejumlah faskes itu tidak akan berjalan.  Sebagai tokoh pemuda, pihaknya melihat masalah ini merupakan masalah serius yang kemudian ini menjadi urusan wajib pemerintah daerah dan harus diselesaikan segera. 

  “Sebagai tokoh pemuda, kami ingin tanyakan kepada pemda, kenapa sampai adanya keterlambatan penyerahan dokumen anggaran kepada dinas kesehatan supaya mereka bisa mengurus, mendistribusikan, obat dan bahan habis pakai dari gudang ke unit layanan sehingga pelayanan bisa berjalan,” ujarnya. 

   Pihaknya berharap, persoalan ini bukan menjadi dampak dari hasil pesta demokrasi yang sudah berlangsung beberapa waktu sebelumnya, termasuk berkenaan dengan penetapan kepala daerah terpilih. Karena menurutnya, jangan sampai itu manjadi alasan untuk menghambat atau mengulur waktu dalam hal penyerahan DPA di dinas tersebut. 

  “Karena kita tahu sekarang   ini masa transisi, tinggal 5 sampai enam buan kedepan untuk kepala daerah saat ini. Saya berharap, beliau tolonglah, melihat masalah ini sebagai tanggung jawabnya,” tambahnya. (roy/tri) 

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago