Categories: SENTANI

Tim 61 Siap Kawal Keamanan dan Pembangunan di Papua

Ketua tim 61, Pdt. Albert Yoku didampingi salah satu anggotanya, Yonas Nusi saat memberikan keterangan pers di Sentani, Sabtu (25/1). ( foto: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Ketua Tim 61, Pdt. Albert Yoku mengatakan, sejak tim 61 bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi)  pada 10 September 2019 lalu, hingga saat ini, pihaknya terus  mengawal realisasi dari sembilan poin yang sudah disampaikan ke presiden Jokowi itu. Disamping itu, tim 61 juga punya komitmen atas beberapa hal penting terkait dengan perkembangan, keamananan dan pembangunan di Papua.

“Kami punya komitmen untuk tiga hal ini, pertama mengawal Papua dalam bingkai NKRI, kedua mengawal sembilan kebijakan presiden untuk Papua dan menolak paham separatis di Tanah Papua,” kata Pdt. Albert Yoku kepada wartawan di Sentani, Sabtu (25/1).

Menurutnya, penolakan terhadap aksi separatis dan radikalisme di tanah Papua merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan di Papua. Supaya kehidupan yang baik dan kondusif terjadi di tanah Papua, sehingga semua hal yang sudah  disampaikan kepada Presiden pada 10 September 2019 di Istana Merdeka Jakarta dapat terealisir.

“Itu sebabnya di belakang kami tegaskan bahwa kami menolak dengan tegas semua kegiatan yang bersifat separatisme maupun bersifat radikalisme yang masuk ke tanah Papua,” tegasnya

Lanjut dia, sehubungan dengan sembilan hal yang sudah disampaikan ke Presiden pada September 2019 itu, pihaknya akan terus mengawal hingga sembilan poin itu benar benar terwujud di Tanah Papua.  Sejauh ini, sudah ada beberapa poin yang sudah mulai terwujud. Contohnya penerimaan 1000 anak Papua yang dipekerjakan di Badan Usaha Milik Negara yang sudah dijalankan melalui mekanisme. Dan ini sudah dikoordinir oleh Universitas  Cenderawasih.

“Yang sudah terserap di situ sudah mencapai 900 anak dan kami pikir ini hal yang paling penting dan baik di mana generasi muda Papua melalui instruksi dan amanat presiden tanggal 10 September sudah mulai memasuki dunia kerja, terutama dunia badan usaha milik negara,”bebernya.

Lebih lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya lagi berkaitan dengan usulan pengangkatan tenaga honor baik guru maupun tenaga kesehatan di Papua. Sehubungan hal itu, presiden sudah menyetujui melalui pertemuan dengan tim 61 yang yang sudah dilakukan waktu lalu. Hal ini penting supaya kebutuhan pendidikan dan kesehatan di tanah Papua dapat terjawab.

“Kami harap gubernur, bupati, wali kota semua yang punya tanggung jawab terhadap masalah ketenagakerjaan itu serius untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga honorer ini bisa segera diangkat,”ungkapnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

6 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

8 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

9 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

10 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

11 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

12 hours ago