Tampak Hotel Tabita Sentani, Senin (22/7). (foto:Priyadi/Cepos)
SENTANI – Hotel Tabita Sentani, Kabupaten Jayapura, sampai saat ini belum beroperasi. Dibutuhkan investor atau pihak ketiga untuk mengelolanya secara profesional, supaya keberadaannya mendapatkan pemasukan demi membantu meningkatkan PAD di Kabupaten Jayapura.
Terkait hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura Parson Horota mengatakan, dibangunnya Hotel Tabita Sentani, Kabupaten Jayapura adalah untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa memperoleh PAD, dimana Hotel Tabita bisa dikelola pihak ketiga atau investor dan Pemkab mendapatkan pemasukan dari sana.
Namun sampai saat ini belum beroperasi karena masih menunggu investor atau pihak ketiga untuk kerja sama mau mengelola hotel tersebut. Pasalnya, Pemkab Jayapura hanya menyediakan bangunan saja, tapi soal furniture dan perabotan, pihak investor yang lebih tahu mengisinya sesuai dengan standar hotel yang ada.
“Kita sudah lakukan rapat dengan dinas terkait, bagaimana caranya Hotel Tabita Sentani yang sudah dibangun bisa memberikan kontribusi PAD Kabupaten Jayapura, dan sudah ada pihak ketiga atau investor yang mau masuk tapi apakah jadi atau tidak nanti bisa tanyakan langsung ke DP2KP Kabupaten Jayapura,”ujarnya, Selasa (23/7) kemarin.
Parson mengaku, pembangunan Hotel Tabita Sentani sudah selesai dan tidak ada lagi lanjutan pembangunannya, sehingga diharapkan secepatnya ada yang bisa mengelola supaya ada kontribusi PAD di Kabupaten Jayapura.
Lanjutnya, pembangunan Hotel Tabita Sentani butuh dana puluhan miliar rupiah yang pendanaan pembangunannya secara bertahap.
Oleh karena itu, jika Hotel Tabita segera ada yang mengelola dari pihak ketiga maka setidaknya Pemkab Jayapura tidak lagi menganggarkan untuk pembiayaan listrik maupun perawatan lainnya.
Selain itu, jika sudah dioperasikan tentu akan menyerap tenaga kerja lokal di Kabupaten Jayapura, serta mendukung perputaran perekonomian di Kabupaten Jayapura.(dil/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…
Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…
Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…
Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…
Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…