

Yanto Eluay (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Menyikapi viralnya video pemusnahan mahkota burung Cenderawasih yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, berbagai tanggapan muncul di kalangan masyarakat Papua. Video tersebut menuai beragam reaksi dan bahkan kecaman di media sosial.
Menanggapi hal itu, Tokoh Adat Kabupaten Jayapura sekaligus Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay, meminta masyarakat agar tidak memberikan tanggapan negatif terhadap video tersebut.
“Pasti ada maksud dari tindakan pemusnahan itu. Barang-barang tersebut merupakan hasil sitaan dan diminta untuk dimusnahkan, sama halnya seperti penyitaan minuman keras yang kemudian dimusnahkan,” jelas Yanto Eluay di Sentani.
Ia menambahkan, secara aturan masyarakat memang tidak diperbolehkan memperjualbelikan mahkota burung Cenderawasih maupun Kasuari. Mahkota tersebut seharusnya hanya digunakan oleh para ondoafi atau ondofolo, bukan untuk dipakai secara bebas. Namun karena tuntutan ekonomi, banyak masyarakat yang akhirnya memperjualbelikannya.
Page: 1 2
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan kajian Komnas HAM terhadap situasi Daerah Operasi…
Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak…
Dari tangannya, polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken.…
Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa…
Barang bukti tersebut diamankan dari dua lokasi di Kota Jayapura dan satu lokasi di Merauke.…
Kondisi inipun sejalan dengan penyampaian dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV…