

Suasana rapat pembahasan Kasus Kemiskinan Ekstrim yang dilaksanakan oleh seluruh OPD, Rabu (22/4). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, menyoroti kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Jayapura yang dinilai perlu segera ditangani melalui langkah inovatif dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menjelaskan, berdasarkan target pemerintah daerah, angka kemiskinan seharusnya mengalami penurunan dari 11 persen pada 2025 menjadi 10 persen pada 2026, dan terus menurun hingga 8,87 persen pada 2029. Namun, kondisi saat ini justru menunjukkan tren sebaliknya.
“Dari 11 persen pada 2025, justru naik menjadi 13 persen di 2026. Kenaikan 2 persen ini cukup tinggi dan tentu tidak baik,” ujarnya, Rabu (22/4).
Menurutnya, kenaikan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk tidak bekerja secara biasa-biasa saja. Ia menegaskan seluruh OPD harus mampu menghadirkan inovasi dalam program kerja, khususnya yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan.
“Kita tidak boleh hanya menjalankan program apa adanya. Harus ada inovasi untuk menekan angka kemiskinan,” tegasnya.
Salah satu langkah yang ditekankan adalah menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan terbukanya peluang kerja, diharapkan jumlah pencari kerja yang terserap akan meningkat dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
Page: 1 2
Wacana redistribusi atau pengalihan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke kementerian dan…
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, platform seperti WhatsApp,…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Oikumene…
Airnya sebening kaca dengan gradasi biru kehijauan. Dasar sungai tidak terlihat jelas, sementara pepohonan rindang…
Konvoi yang menjadi salah satu agenda resmi HUT RI tingkat Kota Jayapura ini akan…
Rapat kerja Komisi IV DPR Papua bersama Dinas ESDM Provinsi Papua di ruang rapat Komisi…