Categories: SENTANI

Nama dan Jabatan Dicatut, Kadisdik Polisikan Akun Palsu

SENTANI-Nama dan Jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Jayapura dicatut oleh akun palsu, untuk guna menipu sejumlah pengusaha, kepala sekolah hingga guru-guru disejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura.

Modusnya tidak main-main, pelaku membuat  akun palsu  facebook dan masengger atas nama Plt. Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Eqbert Kopeuw, selanjutnya melalui aplikasi media sosial mengirim pesan yang berbunyi permintaan mentransferkan sejumlah uang untuk mendapatkan proyek atau pekerjaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura.   

Bahkan para guru dan juga Kepala Sekolah SMA,  terutama mereka yang belum mendapatkan gaji setelah lembaga pendidikan SMA dan SMK dilimpahkan  kembali ke kabupaten, juga dimintai sejumlah uang untuk syarat pengurusan pencairan gaji para guru tersebut.  Atas  kondisi ini, Eqbert Kopeuw merasa sangat dirugikan dan dimanfaatkan oleh pelaku yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

“Ada orang-orang jahat yang menggunakan akun palsu menggunakan nama saya,  gelar, foto saya dan istri, lengkap dengan gelar dan jabatan.  Mereka Inbox orang lewat,  messenger di medsos ,  minta uang,  minta CV dan banyak yang telepon saya,” kata Eqbert Kopeuw kepada wartawan di Sentani, Kamis (23/2).

Dia mengatakan, peristiwa ini sudah terjadi sekitar hampir dua minggu belakangan ini dan dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Mapolres Jayapura.

Berdasarkan Pengakuan dari beberapa korban ada yang sudah mentransferkan sejumlah uang kepada nomor rekening yang diberikan oleh pelaku yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu.  Namun sebagian besar juga karena belum percaya langsung menelpon untuk mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas tersebut.

“Informasinya ada yang sudah mengirimkan uang tetapi sebagian besarnya menelpon saya,  karena mereka tidak percaya.  Mereka sudah mengenal saya puluhan tahun, saya tidak seperti itu,”ujarnya.

Oleh karena itu dia juga meminta kepada seluruh masyarakat ataupun siapapun yang menjadi korban ke depan apabila mengatasnamakan dirinya istrinya ataupun keluarganya supaya tidak merespon,  apalagi mengirimkan uang kepada nomor rekening yang diberikan oleh pelaku. Masyarakat perlu mengecek kebenaran informasi yang diberikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu dengan menelpon atau mengkonfirmasi langsung kepadanya.

“Saya juga sudah laporkan ini ke cyber Polda Papua supaya mereka bisa bantu untuk melacak orang ini.  Janganlah menjatuhkan orang dengan cara seperti itu,  kerjalah karena prestasi,  Jangan mencabut nama atau jabatan orang lain,”tandasnya.(roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Massa Kedua Kelompok Terus berdatangan ke Wamena

Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…

36 minutes ago

Polisi Tetapkan 9 Tersangka Kerusuhan di Stadion LE

Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…

2 hours ago

Tuntut Keadilan, IPMADO Beberkan Sejumlah Pelanggaran di Dogiyai

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…

4 hours ago

Pengunjung Beralih ke Kafe Pantai Holtekamp, Pemkot Cari Solusi Untuk Benahi

Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…

5 hours ago

Pasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal Ketat

Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…

15 hours ago

14 Pelaku Kerusuhan di Stadion LE Ditahan

Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…

16 hours ago