Categories: SENTANI

Sulawesi Tengah Utus 73 Duta Adat untuk KMAN

SENTANI – Kontingen Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke- VI asal Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tiba di Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (20/10). Mereka mengutus sekitar 73 orang duta adat untuk mengikuti kegiatan KMAN di Kabupaten Jayapura.

Kedatangan mereka disambut  meriah dari masyarakat adat Kabupaten Jayapura dengan tarian khas Papua. Kontingen ini datang ke Papua melalui Pelabuhan Laut Jayapura, meraka juga  disambut oleh panitia dan paguyuban Sulawesi Tengah dalam hal ini Ikatan Keluarga Palu (IKP). Setiap tamu yang baru datang sudah langsung diarahkan untuk tempat pendaftaran di Puspenka Hawai.

Ketua PW Aman Sulawesi Tengah (Sulteng), Zikran mengatakan peserta KMAN dari Sulawesi Tengah berasal dari 13 pengurus daerah yang ada di Sulawesi Tengah.  “Jadi 73 duta adat itu gabungan dari 13 pengurus daerah di Sulteng,” ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk duta adat dari Sulteng, semuanya  menggunakan transportasi laut dan setelah turun dari kapal langsung disambut  oleh panitia dan juga paguyuban Sulteng yang ada di Papua. Selanjutnya duta adat ini diarahkan langsung menuju ke tempat registrasi yang ada di Kota Sentani,  Kabupaten Jayapura.

Zikran menyebut panitia KMAN VI bekerja baik. Diantaranya menyambut dan juga menyiapkan tenda khusus rombongan kontingen untuk rehat sejenak sebelum melakukan registrasi dan juga disiapkan makan minum dari panitia.

Kesiapan Papua sangat luar biasa, dia sangat bangga karena panitia siap melayani tamu atau peserta KMAN ke- VI dari provinsi lain dengan baik.

Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Jayapura, yang telah menyambut dengan amat baik dan memberi kesan positif dan meriah.

“Kalau soal sambut menyambut, kami memberikan apresiasi buat seluruh masyarakat Papua khususnya masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura atas penyambutannya. Kami berikan apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah daerah disini. Kami sangat senang atas penyambutan yang baik ini,” ucapnya.

Zikran yang juga Ketua Aman Provinsi Sulteng ini berharap dalam KMAN ke- VI ini harus ada sebuah payung hukum yang melindungi hak-hak masyarakat adat.

“Kami membawa misi dalam KMAN kali ini adalah mendorong agar terbitnya peraturan perundang-undangan tentang masyarakat adat. Karena hak-hak masyarakat adat  sering terabaikan dan kalau perlu suara dari masyarakat adat ini didengar. Itulah misi atau isu-isu lokal yang kita bawa di KMAN kali ini,”bebernya. (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

5 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

6 hours ago

Fenomena Blue Moon, Warga Pesisir Waspadai Pasang Air Laut

Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…

7 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

8 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

9 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

10 hours ago