

Siswa-siswi yang belajar di SD Ravenirara, Kabupaten Jayapura. Gambar diabadikan beberapa waktu lalu. (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Mulai tahun depan Distrik Ravenirara akan memiliki Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu atap. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Distrik Ravenirara, Marthinus Offide kepada Cendrawasih Pos, Senin (21/11).
“Mulai tahun 2023, kita sudah membuka layanan SMP Negeri 1 Atap. Sebenarnya sudah dari tahun lalu tetapi dinas terlambat menyampaikannya sehingga kita akan mulai di tahun depan,”ujarnya.
Dia mengatakan, kehadiran SMP Satu Atap ini merupakan suatu dambaan besar dari masyarakat yang ada di 4 kampung yang ada di distrik itu. Di mana selama ini untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tingkat SMP, siswa-siswi yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Distrik Ravenirara harus menimba ilmu ke kota, baik Kabupaten maupun di Kota Jayapura.
Hal ini yang kemudian cukup banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena keterbatasan biaya dari orang tua. Sehingga dengan kehadiran Sekolah Menengah Pertama Satu Atap ini nanti tentunya sangat membantu siswa dan juga orang tua siswa itu sendiri.
“Selama ini kalau mereka mau melanjutkan sekolah ke SMP mereka harus mendaftarkan diri ke kota. Tetapi tidak banyak yang bertahan ada yang tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya dari orang tua,”jelasnya.
Saat ini pihaknya sudah mensosialisasikan mengenai penerimaan siswa baru ini ke kampung-kampung yang ada di Distrik Ravenirara dan itu sudah didukung penuh oleh masyarakat yang ada di 4 kampung di distrik itu.
“Masyarakat sangat mendukung karena ini menjadi kerinduan mereka untuk melanjutkan anak-anak dan tentunya ini sangat membantu masyarakat,”ujarnya.
Sementara ini anak-anak akan belajar di gedung sekolah dasar yang ada di Distrik Ravenirara sambil menanti rencana pembangunan gedung sekolah baru dari Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan. Kemudian untuk menampung anak-anak yang sekolah, pemerintah juga akan mendirikan rumah penampungan sementara atau asrama bagi calon siswa-siswi yang nanti akan menempuh pendidikan SMP di Distrik Ravenirara Kabupaten Jayapura itu.(roy/ary)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…