Categories: SENTANI

2020, 570 Napi akan Terima Remisi

Kepala Lapas Narkotika Doyo, Basuki Wijoyo didampingi dua pejabat Lapas saat memberikan keterangan pers, Selasa (21/1). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Jayapura akan fokus melaksanakan dua program besar pada 2020 ini. Dua program itu adalah remisi dan program integrasi.

Kepala Lapas Narkotika Jayapura, Basuki Wijoyo mengatakan, sehubungan dengan program remisi Tahun 2020, pihaknya akan memberikan remisi terhadap 570 narapidana (Napi). Jumlah tersebut dibagi dalam beberapa kategori, pertama untuk remisi umum diperkirakan  248 orang, remisi khusus Idulfitri 55 orang, remisi Natal 275 orang,  sehingga  jumlah  keseluruhannya   570 orang.

“Jadi tahun ini ada program remisi dan integrasi,” ujar Basuki saat memberikan keterangan pers di Kantor Lapas Doyo, Selasa (21/1).

Lanjut dia, untuk program integrasinya terdiri dari cuti bersyarat ada tiga orang, asimilasi 30 orang, pembebasan bersayarat 117 orang, dan cuti menjelang bebas  1 orang.

“Keseluruhan untuk program integrasi sebanyak 151 orang,” ungkapnya.

Sementara untuk rehabilitasi di Lapas Narkotika Jayapura, ada program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Terkait dengan itu, kata dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan BNN Jayapura, pihaknya akan melakukan program rehabilitasi bagi para pengguna narkoba di Lapas Jayapura tersebut.

“Tadinya kami mendapatkan dana sekitar Rp143 juta, tapi karena pertimbangan direktorat jenderal pemasyarakatan maka dana itu sudah ditarik dan dialihkan ke Lapas Sumatera Barat. Ada kemungkinan rehabilitasi tetap dilakukan, karena BNN sudah berkomunikasi dengan kami, mereka ada dana untuk melaksanakan rehab. Tempatnya di sini dan sebagian tenaga dari BNN,” tuturnya.

Kemudian pihaknya juga melaksanakan program pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Selama ini, pihaknya telah melakukan program itu yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Misalnya untuk pemantauan dan penanangan secara umum bagi penderita HIV-AIDS, penyakit kusta dan penderita TB.  Sementara untuk program peningkatan kualitas warga binaan dengan menjalankan  program kegiatan keterampilan bersertifikasi.

“Kami akan melaksanakan itu dan akan bekerjasama dengan stakeholder lain seperti Kementerian PUPR,” pungkasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

48 minutes ago

Pemkab Puncak Jaya Perkuat Jiwa Kewirausahaan Pemuda

  Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…

2 hours ago

IDI Jayawijaya Didorong Bentuk 7 Cabang di Wilayah Papua Pegunungan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…

3 hours ago

Pemuda Yakonde Miliki Tekad Mengubah dari Dalam

Utamanya adalah terkait karakter yang erat kaitannya dengan lingkungan dan pergaulan anak muda. Ondoporo Keray,…

4 hours ago

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

16 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

18 hours ago