Categories: SENTANI

132 Orang Masuk dalam Pantauan Covid-19

Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie saat menyaksikan stafnya membuat larutan anti bakteri di Kantor Dinkes Kabupaten Jayapura, Jumat (20/3). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, saat ini, ada sekitar 132 orang di Kabupaten Jayapura yang masuk dalam data Orang Dalam Pantauan  (ODP) Covid-19. 

Dari jumlah itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro juga masuk dalam data ODP, itu karena yang bersangkutan baru saja pulang dari Jakarta.

“Ada 132 orang yang masuk dalam ODP, termasuk pak wakil bupati,” kata Khairul Lie saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Jumat (20/3).

Meski begitu, kata Khairul, mereka yang berstatus ODP itu tidak dapat dipastikan terpapar atau belum. Untuk itu, mereka diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan gugus tugas tersebut.

Perlu diketahui, status ODP itu diberikan kepada orang tertentu yang sudah melakukan perjalanan dari daerah yang sudah terpapar virus Corona.

Lanjut dia, bagi warga dengan status ODP itu dianjurkan melakukan sosialisasi mandiri di rumah selama empat belas hari berturut-turut. Ini bertujuan untuk membatasi  yang bersangkutan tidak melakukan perjalanan atau berinteraksi dengan orang lain selama masa inkubasi virus itu (jika terpapar).

“Kita sudah keluarkan instruksi bupati supaya yang masuk ODP tidak keluar rumah dan harus melakukan isolasi mandiri selama empat belas hari” ujarnya.

Sehubungan dengan penangan Covid-19 ini, Pemkab Jayapura telah membentuk gugus tugas khusus menangani isu Covid-19 itu. Saat ini, melalui gugus tugas itu, sudah mulai melakukan penyemprotan larutan anti bakteri  dan virus di seluruh ruangan dan Kantor Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Kita lakukan mulai dari kantor tempat orang berkumpul, mulai dari Disdukcapil, Kantor Perizinan. Karena di kantor dinas yang disebutkan itu tingkat kunjungan masyarakat cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan pencegahan dini,’jelasnya. 

Selain itu, Pemkab Jayapura juga sudah menyiapkan enam ruang isolasi. Saat ini pemerintah masih berupaya memasukkan peralatan medis dan fasilitas pelengkap lainnya di ruang isolasi itu. 

Ditanya mengenai jumlah petugas yang akan disiagakan menangani kemungkinan terjadinya kasus itu, dia menyebut, semua petugas medis di RSUD itu akan dilibatkan.

“Semua kita siagakan, meskipun  Kemenkes rekomendasikan  RSUD Dok II untuk Papua, tapi kita tidak mungkin berdiam diri. Kita harus siap,”tegasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Persipura Bisa Home Base di Luar Papua

Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…

4 hours ago

Bawa 1,5 Kg Ganja, WNA Asal PNG Ditangkap di Waena

Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…

4 hours ago

Mahasiswa Jangan Terprovokasi Konflik di Wamena

Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…

5 hours ago

Wali Kota Kembali Ingatkan Sekolah Terapkan Efisiensi Jelang Kelulusan dan Kenaikan Kelas

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…

5 hours ago

Gubernur Percepat Pembukaan Akses Wilayah Terpencil di Papua

Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…

6 hours ago

Jual Ganja Untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…

6 hours ago