Dia menambahkan, Pemkab Jayapura telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk ruang penyajian makanan, fasilitas dapur, hingga lokasi khusus di wilayah Grime Nawa dan Depapre yang akan dijadikan pusat layanan MBG.
“Kalau nanti ada sekolah yang penerimanya sampai 3.000 siswa pun tetap bisa dilayani. Bagaimanapun anak-anak kita harus bisa dijangkau,” ujarnya.
Haris Richard menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar pelajar, namun juga akan diperluas bagi ibu hamil dan menyusui demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jayapura.
“Tidak ada yang sempurna. Justru kesempurnaan berawal dari ketidaksempurnaan. Semua ini untuk kebaikan daerah,” tutupnya.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…