Lanjutnya, kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari yaitu penyelenggaraan, festival akan diisi berbagai program yang melibatkan penulis, akademisi, seniman, musisi, aktivis lingkungan, hingga keluarga pengungsi internal (IDPs).
Ada juga, Pameran Literasi, Seni, dan Arsip, Foto kondisi pengungsi dari wilayah konflik. Dokumentasi kerusakan hutan adat akibat Proyek Strategis Nasional (PSN). Lukisan dan etalase buku penulis Orang Asli Papua (OAP). serta, Stand UMKM mama-mama gereja dan karya komunitas pengungsi. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bukti tersebut diyakini tidak hanya mengarah pada praktik penyimpangan di internal lembaga, tetapi juga berpotensi…
Aksi spiritual yang diikuti oleh sekira 80 peserta ini berpusat di Lapangan Cigombong, Distrik Abepura,…
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi memaksakan proyek pembangunan gedung…
Sebanyak 3.053 formasi guru PPPK disiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas…
Seorang warga Merauke bernama Jimmy Balagaize (33) terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan…
Kehadiran perusahaan di bidang perkebunan di Merauke khususnya perkebunan kelapa sawit dan sekarang ini perkebunan…