

Forum Indonesia Bersatu di Tanah Papua saat memberikan konferensi pers di Pendopo Adat Helebhey Obhe Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu pekan lalu. (FOTO: Yewen/Cepos)
SENTANI- Komponen masyarakat hukum adat Papua dari unsur tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, intelektual dan cendikiawan yang tergabung dalam wadah Forum Indonesia Bersatu di Tanah Papua meminta kepada semua pihak untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Papua.
Tak hanya itu, mereka juga meminta agar menyudahi dan tidak boleh ada lagi yang melakukan aksi demonstrasi atau menolak Undang-Undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) di Papua yang telah disahkan dan dilanjutkan oleh DPR RI pekan lalu.
Salah satu tokoh adat di Papua, Yanto Eluay mengatakan, menolak secara tegas segala bentuk aksi atau unjuk rasa yang menolak kelanjutan UU Otsus Papua.
“Kami mengimbau agar seluruh elemen dan komponen masyarakat, baik mahasiswa dan masyarakat untuk ikut menjaga Kamtibmas yang kondusif, aman dan damai di tanah Papua,” ucapnya.
Ondoafi Kampung Serah ini mewakili para tokoh masyarakat yang lain telah bersepakat untuk mendukung kelanjutan UU Otsus Papua dengan pertimbangan sebagai berikut, di mana masyarakat saat ini sangat membutuhkan dukunggan anggaran untuk membiayai berbagai sektor yang sangat penting di Papua.
“Masyarakat saat ini sangat membutuhkan dukungan anggaran dana Otsus untuk membiayai sektor kebutuhan pokok pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sektor masyarakat lainnya,”bebernya.
Dia menyampaikan, Otsus Papua harus segera diimplementasikan dengan regulasi untuk kepentingan masyarakat Papua, bukan untuk kepentingan para pejabat korupsi di Papua.
“Para pejabat Papua, politisi intelektual agar tidak memanfaatkan komponen mahasiswa, Ormas dan masyarakat untuk melakukan aksi-aksi penolakan terhadap kelanjutan UU Otsus Papua,”tegas Yanto. (bet/tho)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…