

*Mayoritas Menggunakan Tenaga Surya
JAYAPURA – PT PLN (Persero) terus berupaya mengalirkan listrik ke kampung-kampung terpencil di Papua dan Papua Barat. Mayoritas kampung tersebut akan dilistriki dengan memanfaatkan energi tenaga surya.
“Pemanfaatan energi surya merupakan upaya PLN mendukung percepatan bauran energi baru terbarukan yang ditargetkan pemerintah sebesar 23 persen di 2025,” jelas Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda melalui rilis yang diterima koran ini, Senin (19/7).
PLN berkomitmen terus berupaya maksimal melistriki seluruh kampung-kampung di Papua dan Papua Barat. Meski dalam kondisi pandemi, sebelumnya PLN berhasil melistriki 105 desa/kampung.
Sepanjang 2016-2020 pun PLN berhasil mengalirkan listrik ke 807 desa/kampung dan dinikmati hampir 38 ribu pelanggan. Untuk menghadirkan listrik di 807 desa/kampung tersebut PLN mengeluarkan investasi mencapai Rp 2,03 triliun atau setara Rp 53,6 juta untuk melistriki setiap pelanggan.
Penambahan tersebut membuat rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat meningkat menjadi 95,62%. Kini, total 7.036 desa di Papua dan Papua Barat telah berlistrik.
“PLN terus melakukan percepatan untuk melistriki desa./kampung tersebut hingga rasio desa berlistrik mencapai 100% sesuai dengan penugasan pemerintah,” ungkapnya.
PLN terus mengupayakan 328 kampung di Papua dan Papua Barat segera terlistriki. Rencananya, 32 kampung menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sementara 285 kampung juga akan menfaatkan listrik surya melalui Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) dan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL). Kampung-kampung tersebut berada di lokasi yang sulit dijangkau dan jauh dari jaringan eksisting.
“Sisanya 9 kampung akan kami listriki melalui perluasan jaringan listrik eksisting dan 2 kampung memakai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) hybrid PLTS dengan memanfaatkan mesin yang telah ada,” ungkap Huda.
Selain fokus melistriki kampung-kampung terpencil, PLN juga telah memperkuat sistem kelistrikan untuk Papua dan Papua Barat. Hingga saat ini, daya mampu kedua provinsi tersebut telah mencapai 454 MW dengan beban puncak sebesar 299 MW. Dengan kondisi yang ada, PLN memiliki cadangan daya sebesar 155 MW yang siap dimaksimalkan.(dil/ary)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…