

Aktivitas pengunjung di Pantai Amai yang semakin ramai, saat akhir pekan Sabtu (15/2) lalu. (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Wisata Pantai Amai di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua semakin hari semakin banyak pengunjung, bagaimana tidak, sejak akses jalan dari Depapre – Dormena mulai diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, Lokasi-lokasi wisata di sepanjang jalan tersebut mulai ramai, bukan saja mengundang wisatawan tetapi juga bantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Seperti yang diungkapkan Elis Sorontow seorang warga Tablasupa yang kesehariannya adalah ibu rumah tangga, sambil mengurus anak, tetapi juga berjualan kecil-kecilan di lokasi wisata tersebut. Jualan yang disediakan berapa pinang, pop mie, rujak buah, kacang goreng dan minuman dingin.
Bukan hanya Elis saja yang berjualan, sda juga penduduk lainnya yang memanfaatkan pekarangan rumahnya sebagai tempat parkir, maupun tempat jualan, karena parkiran yang disediakan didepan lokasi wisata ini, selalu penuh dengan antrian kendaraan, bahkan tidak cukup untuk menampung kendaraan pengunjung lainnya.
“Semenjak jalan sudah dibangun ( diperbaiki, red) Pemerintah Kabupaten Jayapura, kami sangat berterima kasih, karena Pantai Amai selalu ramai, bahkan pengunjung yang datang tidak mengenal jam kunjungan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (15/2) kemarin.
Diakuinya, pengunjung yang datang ke pantai, mulai dari pagi sampai malam, itupun berganti-gantian, ada yang datang, ada yang pulang, ada yang datang untuk rekreasi, ada juga yang datang untuk menginap.
“Pokoknya kami sangat bersyukur, puji Tuhan upaya pemerintah membantu masyarakat kampung, bukan saja untuk mempromosikan pantai kami, tetapi juga bantu meningkatkan ekonomi keluarga, ” terangnya .
“Pengunjung yang datang bisa ratusan hingga ribuan, karena datangnya juga berganti-gantian, apalagi jika weekend, mau anak muda, keluarga, pasangan sejoli, instansi, dan sebagainya, ” katanya lagi.
Dengan demikian memicu masyarakat untuk lebih kreatif, baik dalam menyediakan fasilitas bagi para pengunjung, seperti pondok-pondok wisata, home stay, parkiran, bahkan jualan-jualan lainnya.
“Untuk tarif parkir dimulai dari Rp 10 ribu/motor, sementara mobil – truk dan bus Rp 30 ribu – Rp 50 ribu, sementara untuk harga jajanan yang disiapkan mulai dari Rp 2 ribu – Rp 10 ribu, ada juga makanan seperti papeda bungkus dan ikan Rp 25 ribu, durian Rp 100 ribu/4 buah, ” jelasnya
Page: 1 2
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…