Erick menegaskan bahwa masyarakat adat harus dihormati karena mereka telah memberikan ruang kepada pemerintah untuk membangun jalan yang digunakan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan PON di Papua. “Ketika masyarakat sudah membuka ruang dan jalan sudah dibangun, maka pemerintah juga harus menghargai masyarakat adat yang sudah merelakan tanahnya,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar pembayaran dapat dilakukan secara bertahap jika anggaran belum tersedia secara penuh, sehingga masyarakat tetap melihat adanya komitmen dari pemerintah.
“Kalau belum bisa dibayar penuh, bisa dilakukan secara bertahap, misalnya 25 persen terlebih dahulu. Yang penting ada itikad baik dari pemerintah sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.(rel/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh…
Proses serah terima hingga pemakaman difasilitasi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura. Rangkaian kegiatan…
AKP Putut mengatakan bahwa saksi yang diperiksa diantaranya adalah pemilik bengkel serta teman-teman korban. Selain…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan suburnya pembudidayaan ganja dan…
Setiap penumpang yang memiliki tiket, baik penumpang dengan fasilitas seat maupun non-seat secara otomatis mendapatkan…
Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung…