Categories: SENTANI

AP1 Harus Terbuka Soal Potensi Pajak di Bandara Sentani

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  saat bertemu dengan pimpinan PT Angkasa Pura 1 Bandara Sentani bersama jajarannya di ruang VIP Kantor Bupati Jayapura, Senin (14/12) kemarin. ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si bersama jajarannya melakukan pertemuan khusus dengan pihak pengelola Bandara Sentani dalam hal ini Angkasa Pura1 (AP1). Pertemuan itu  dihadiri langsung General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sentani, Agus Budiharto di ruang VIP Kantor Bupati Jayapura, Senin, (14/12) kemarin.

Ditemui wartawan usai rapat tersebut, Bupati Mathius Awoitauw menjelaskan, dalam rapat itu, pihaknya meminta klarifikasi tentang pajak bumi dan bangunan di sekitar Bandara Sentani agar ada kesamaan pendapat antara Angkasa Pura 1 dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terutama yang terkait dengan potensi pajak yang ada di Bandara Sentani.

“Selama ini kita tidak punya akses untuk masuk ke bandara. Jadi ini kan diawasi oleh KPK, karena itu, KPK berharap Pemkab Jayapura harus punya akses untuk pajak bumi dan bangunan.

Karena itu, apapun yang sudah disepakati bersama harus dipatuhi.” Kita  tidak menabrak aturan. Karena itu, kehadiran bandara di Sentani ini ada dampaknya terhadap masyarakat di kabupaten ini,”kata Mathius Awoitauw.

Menurutnya, sementara ini ada beberapa potensi pajak yang sudah dijajaki oleh pemerintah seperti  pajak parkir dan restoran, tapi belum masuk pada potensi pajak yang lain yang ada di bandara.

“Masih banyak potensi yang bisa kita garap, makanya kita minta keterbukaan  dari Angkasa Pura 1,”tandasnya.

Oleh karena itu, kehadiran Angkasa Pura 1 di Bandara Sentani yang notabene ada di wilayah Kabupaten Jayapura tidak hanya terkesan mengejar bisnis, tapi dia berharap bisa  mengakomodir kepentingan daerah.

“Tidak hanya sebagai perusahaan yang bicara tentang bisnis, tapi kepentingan bangsa dan negara, termasuk kepentingan daerah ini harus diperhatikan,”ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam rapat itu, dia juga menegaskan kembali mengenai hasil koordinasi dengan pemerintah pusat sebelum Bandara Sentani dikelola oleh Angkasa Pura 1, di mana keterlibatan anak-anak dari Orang Asli Papua (OAP) harus lebih mendominasi sebagai tenaga kerja di Bandara Sentani.

Soal keahlian mereka, di situlah peran dari pemerintah dan Angkasa Pura 1 bagaimana memberi pelatihan kompetensi bagi anak-anak Papua.

“Anak-anak di sini punya kemampuan, bisa masuk di situ. Jadi bisnis itu tidak hanya dikuasai oleh kepentingan lain. Ini kita sudah bicara dari 2 sampai 3 tahun yang lalu dengan dengan Kementerian Perhubungan,”bebernya.

Kemudian waktu rencana AP1 masuk, pihaknya sudah sampaikan bahwa pegawai di bandara itu, harus lebih banyak orang asli Papua.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

5 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

11 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

16 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

17 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

20 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

22 hours ago