Categories: SENTANI

Cegah Penyebaran Covid-19, Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan

Aktivitas ekonomi masyarakat di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu, (13/6). Terlihat sebagian besar masyarakat tidak menggunakan masker dan jaga jarak. (FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Aktivitas masyarakat baik pengunjung maupun pedagang di Pasar Pharaa Sentani cukup padat setelah Pemkab Jayapura memberlakuan perpanjangan waktu aktivitas dan kegiatan masyarakat hingga pukul 17.00 WIT, Jumat, (12/6).

Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Pharaa sejak diberlakukannya keputusan itu, penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak tidak diterapkan secara baik oleh masyarakat.

“Kami hanya takut sama Tuhan, tidak takut sama Covid-19,” ujar salah seorang warga yang tidak disebutkan namanya saat diwawancara media ini di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu (13/6).

Jawaban serupa diungkapkan oleh beberapa orang lainya, ada yang beralasan karena gerah, tidak terbiasa memakai masker hingga alasan tidak punya masker. Jawaban ini tentunya, mengindikasikan betapa dangkalnya pemahaman warga tentang penanganan penyebaran Covid-19 ini.

Kondisi mengabaikan protokol kesehatan di tempat umum bukan saja datang dari warga lokal. Sebagian warga Papua pendatang juga mengabaikan protokol kesehatan.

“Kelihatanya  di sini,  warga mau pakai masker kalau ada petugas. Kan tidak mungkin pemerintah harus awasi kita terus, sementara ini untuk kebaikan kita bersama,” ujar ibu Yanti, salah seorang pengunjung Pasar Pharaa Sentani.

Sebelumnya Pemkab Jayapura sempat menunda penerapan relaksasi waktu sesuai keputusan Pemprov Papua di tiga wilayah distrik yakni Distrik Sentani, Sentani Timur dan Waibu. Ini karena tiga distrik itu masuk zona merah penyebaran Covid-19

Bupati Jayapura, MathiusAwoitauw, SE, MSi, mengatakan, penundaaan terhadap penerapan kebijakan Pemprov Papua itu sebagai upaya Pemkab Jayapura untuk mempersiapkan penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat saat keputusan itu diterapkan.

“Sebelum diterapkan, kita ingin siapkan dulu protokol kesehatanya, dan itu harus  ditingkatkan tiga kali lipat,” ungkapnya.

Namun sayang, kekhawatiran pemerintah terhadap penyebaran Covid-19 yang terus meningkat belum didukung sepenuhnya oleh mental dan sikap masyarakat. Sebagian masyarakat masih menganggap sepele, masa bodoh hingga pada akhirnya tidak lagi mengikuti protokol kesehatan.

“Hari ini, berdasarkan informasi yang saya terima, rumah sakit di Jayapura semuanya sudah over kapasitas. Saya juga kasihan dengan perjuangan tenaga medis, yang berjuang di garda terdepan untuk penanganan ini. Sebagai pemerintah, saya tidak henti mengajak semua masyarakat, mari bantu kami menerapkan protokol kesehatan untuk menghadapi Covid-19 ini,” tandasnya dalam wawncara dengan media ini kemarin. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

44 minutes ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

2 hours ago

Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

    Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…

4 hours ago

Dorong Kemandirian Ekonomi, DPMK Perkuat Pembinaan BUMKam

  Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…

5 hours ago

11 Serpihan Proyektil Diangkat dari Tubuh Korban

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…

6 hours ago

Masyarakat Pesisir Jadi Sasaran Serbuan Teritorial Kodaeral X

   Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…

7 hours ago