Categories: SENTANI

Kecewa, Masyarakat Depapre-Moi Palang Jalan Sentani-Depapre

SENTANI- Ratusan warga yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Pembangunan Tanah Merah-Moi memalang ruas jalan Sentani-Depapre di Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/7). 

Pemalangan ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap janji-janji yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua terhadap realisasi pembangunan jalan raya yang selama ini digunakan masyarakat umum untuk menghubungkan kampung-kampung di daerah Tanah Merah-Moi ini.

Koordinator Aksi Solidaritas Masyarakat Peduli Pembangunan Tanah Merah-Moi, Elkana Sorontouw mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan dengan menutup jalan raya Sentani-Depapre di Sabron Sari ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap janji pembangunan dan perbaikan jalan raya Sentani-Depapre yang belum terealisasi hingga saat ini. 

“Kami menanggih janji dari Pemprov Papua, sejak aspirasi masyarakat dari tahun 2018,2019, 2020 sampai dengan 2021 yang ada, hanya janji saja yang disampaikan,” katanya kepada wartawan. 

Menurut Elkana, di wilayah Tanah Merah-Moi selama ini telah memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemkab Jayapura maupun Pemprov Papua, karena banyak tambang galian C, pasir batu untuk pembangunan infranstruktur yang ada di Papua.

Namun Ekana mempertanyakan kenapa jalan Sentani-Depapre ini belum diperhatikan oleh Pemprov Papua hingga saat ini?. Tak hanya itu, warga di wilayah Tanah Merah-Moi juga memberikan tol laut dengan memberikan tanah untuk pembangunan Dermaga Petik Emas di Depapre, tetapi masyarakat di wilayah ini masih dianggap anak tiri.

“Wilayah kami berada dekat di pinggiran ibu kota Provinsi Papua. Kami lihat kabupaten lain yang baru dimekarkan pembangunannya begitu cepat, tapi kami jalan raya saja tidak diperhatikan, padahal kami punya potensi perikanan laut dan pariwisata,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jayapura, Alpius Toam menyampaikan, pihaknya bersama Sekda Jayapura dan anggota DPRD Jayapura langsung ke lapangan bertemu masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi menutup jalan raya, tapi mereka menolak bertemu, massa ingin bertemu Pemprov Papua melalui PUPR Provinsi Papua.

Lebih lanjut, kata Alpius dirinya sudah berkomunikasi dengan Kepala Bidang Bina Marga PUPR dan menyampaikan aspirasi dari masyarakat dan telah disampaikan bahwa mereka telah programkan untuk tahun 2022 jalan Sentani-Depapre akan dikerjakan. 

“Pendemo ini meminta agar PUPR Provinsi Papua langsung datang menjelaskan, kami akan fasilitasi agar PUPR Provinsi Papua yang langsung menjelaskan kepada masyarakat secara langsung,” ujarnya. 

“Kami akan dampingi agar PUPR Provinsi Papua yang menjelaskan mengenai pembangunan jalan Sentani-Depapre pada anggaran 2022 nanti,” pungkasnya. (bet/tho) 

newsportal

Recent Posts

Mentan Janjikan Penambahan Kuota BBM Subsidi

Menanggapi aspirasi para petani, Menteri Pertanian langsung menghubungi pihak Pertamina untuk mencari solusi atas keterbatasan…

15 hours ago

Seringnya Kehabisan BBM, Terpaksa Beli di Pengecer yang Harganya Lebih Tinggi

Di kota ini, angkutan umum khususnya angkot atau taksi lokal bukan sekadar sarana mobilisasi, melainkan…

16 hours ago

DPRP Minta Penanganan Pasca Konflik Ditangani Menyeluruh

Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere, S,IP, M.KP meminta Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan…

17 hours ago

Komis IV DPRP Minta Gubernur Tegur Kadis PUPR

Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur meminta Gubernur Papua Pegunungan segera memberikan teguran…

18 hours ago

Sengketa Hak Ulayat Kantor Kelurahan Seringgu Jaya Dimediasi

Mediasi mempertemukan Buang Mahuze yang mengaku sebagai pewaris hak ulayat atas tanah tersebut dengan Kepala…

19 hours ago

Pemprov Terima Kunci Rumah Susun ASN Papua Tengah

Serah terima tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung penguatan birokrasi di provinsi termuda…

20 hours ago