Categories: PERSIPURA

The Karaka’s Sayangkan Pelepasan Boaz dan Tipa Tanpa Ceremony

Persipura

JAYAPURA – Pencoretan dua kapten Persipura, Boaz Solossa dan Yustinus Pae hingga kini masih menuai pro kontra. Kedua mantan pilar Mutiara Hitam itu harus didepak oleh manajemen akibat buntut dari tindakan indisipliner yang dilakukan oleh kedua sahabat itu.

Suporter Persipura Jayapura yang menamai mereka The Karaka’s PTFI, misalnya. Kelompok suporter yang sebagian besar terdiri dari para karyawan PT Freeport Indonesia itu sangat menyayangkan proses pencoretan dan pelepasan kedua bintang Persipura itu.

Ketua The Karaka’s PTFI, Fredrik Magai mengatakan, bahwa mereka sedikit kecewa dengan pencoretan Boaz dan Tipa. Menurutnya, manajemen harusnya memiliki pilihan lain selain pencoretan. Apalagi menurut Magai, Boaz dan Tipa masih merupakan ikon Persipura.

Sebaliknya, jika memang pencoretan adalah jalan terakhir. Magai menyebutkan, manajemen Persipura harusnya bisa melepas dua legenda itu dengan sebuah penghormatan yang layak. Biar bagaimanapun, Boaz dan Tipa merupakan dua figur yang memiliki pengaruh besar dalam empat gelar juara yang sudah diraih oleh tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

“Kami juga paham bahwa mereka (manajemen) mengambil keputusan karena mungkin karena kebijakan. Tapi kalau memang dilepas harusnya ada pelepasan secara ceremony, mereka ini legenda dengan sederet prestasi dan itu harus diapresiasi. Boaz dan Tipa itu ‘roh’ Persipura, sementara pemain junior itu belum tampil pada performa terbaik, mereka kehilangan figur mereka,” ungkap Magai kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Selasa (13/7).

“Ini membuat kami fans Persipura, sedikit kecewa, mereka ini siapa (Boaz dan Tipa), mereka pemain yang punya kontribusi besar di tim, harusnya mereka dilepas secara terhormat. Contohnya Babang Pamungkas, dan kedua legenda ini berhak mendapatkan apresiasi itu. Harus ada ceremony, ada ucapan terimakasih dan cerita singkat perjalan mereka selama ini,” sambung Magai.

Magai juga menyebutkan, jika alasan pandemi Covid-19, proses ceremony pelepasan juga dapat dilakukan secara daring. “Ceremony tidak harus dalam skala besar, kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Bisa saja lewat virtual, mengundang tokoh olahraga atau fans Persipura, harusnya ada apresiasi kepada dua legenda ini,” ujar Magai.

Apalagi menurut Magai, Boaz dan Tipa dikenal sebagai pemain yang memiliki loyalitas sangat besar terhadap Persipura. Boaz dan Tipa selalu memilih setia, sekalipun Persipura mengalami masa-masa sulit.

Bahkan Magai mengatakan, bahwa dalam waktu dekat, mereka akan menemui manajemen Persipura untuk melakukan audiensi terkait polemik yang terjadi saat ini. “Saya percaya sebagai orang tua, Ketua Umum, Bapak Tomi Mano pasti menampung semua aspirasi ini untuk melakukan satu terobosan,” pungkas Magai. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

2 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

3 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

4 hours ago

11 SPPG Masih Dibekukan, Program MBG Macet?

Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…

5 hours ago

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

6 hours ago

Adhyaksa FC Tak Gentar Dukungan Suporter Tuan Rumah

Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…

7 hours ago