Categories: SENTANI

Mandeknya Pendidikan di Mamra Bentuk Pelanggaran HAM

Satu unit rumah guru yang berada di Mamberamo bagian barat, rumah itu tidak layak dihuni. Ini menjadi satu alasan banyak guru yang meninggalkan tempat tugas, Senin (12/8).( FOTO : Jhon for Cepos)

SENTANI- Salah satu tokoh pemuda di Mamberamo Raya,  mengungkapkan mandeknya pendidikan di Membramo Raya saat ini merupakan bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan  Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya.

   “Vakumnya pendidikan selama hampir satu bulan di Mamberamo Raya  merupakan bentuk dari tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya,” ungkap  John Maitindom kepada media ini, Senin (12/8).

  Dia mengatakan, persoalan pendidikan yang terjadi di Kabupaten Mamberamo Raya selama ini bukan saja  sebatas persoalan pembayaran hak atau gaji guru tetapi ada masalah lain yang sebenarnya menjadi pemicu utama vakumnya pendidikan di Kabupaten Mamberamo Raya.    

   Misalnya berkaitan dengan fasilitas dan sarana prasarana  kegiatan guru  mengabdi di sekolah. Bahkan rumah guru yang saat ini berada di sekolah-sekolah di Kabupaten Mamberamo Raya itu bekas peninggalan dari kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen.  Itu sebabnya kondisinyapun sangat memprihatinkan. Bahkan diketahui sejumlah guru harus rela mengeluarkan uang pribadi untuk memperbaiki rumah. Sebagian lainnya  memilih meninggalkan tempat tugas karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak.

   “Pokok  persoalan ini sebenarnya berasal dari  dinas pendidikan karena dia yang mempunyai kewenangan langsung untuk mengurus pendidikan di Mamberamo Raya,” ungkapnya.

   Lanjut dia sejak Pemkab Mamberamo Raya terbentuk tahun 2007 hingga saat ini bangunan-bangunan baik sekolah dan juga rumah guru di Mamberamo Raya belum pernah diperbaiki atau direnovasi. Sebagai contoh misalnya yang terjadi di Distrik Sawai, di sana bangunan SD dan SMP belum pernah diperbaiki hingga saat ini kondisinya rusak berat.

  “Di Sawai   saja kondisinya seperti ini. Baik rumah guru maupun gedung sekolah kondisinya memprihatinkan. Apalagi di daerah yang sulit untuk dijangkau dipastikan lebih parah lagi dari Asai,” tambahnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

18 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

20 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

22 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

23 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

24 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

1 day ago