

Wakil Bupati Jayapura, Harris Richard Yocku melihat souvenir khas Papua di salah satu tenan usai membuka kegiatan Temu Seniman dan Budayawan yang dirangkaikan dengan dialog budaya di Kabupaten Jayapura di Pholeuw Park, Sabtu (9/8). (FOTO:Priyadi/Cepos)
SENTANI– Festival Danau Sentani (FDS) tahun 2025 dipastikan tidak digelar Pemerintah Kabupaten Jayapura. Wakil Bupati Jayapura, Harris Richard Yocku, mengatakan keputusan ini diambil karena keterbatasan anggaran daerah.
Harris menegaskan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak mungkin melaksanakan kegiatan tanpa dukungan pembiayaan yang memadai. “Kalau dipaksakan, malah bisa menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan usai secara resmi membuka kegiatan Temu Seniman dan Budayawan yang dirangkaikan dengan dialog budaya di Kabupaten Jayapura. Acara tersebut digelar di Pholeuw Park, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Sabtu (9/8) dengan mengusung tema “Saatnya Budaya Bercerita.”
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Desy Polla Usmany, jajaran anggota DPR Kabupaten Jayapura, Plt Sekda Abdul Rahman Basri, serta tamu undangan lainnya.
Meski demikian, ia memastikan FDS akan kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih besar dan durasi lebih panjang. Jika sebelumnya festival hanya berlangsung beberapa hari, tahun depan direncanakan dimulai sejak tanggal 1 hingga 19 hari di bulan pelaksanaan.
Page: 1 2
Kasus pertama terjadi pada November 2025, ketika almarhumah Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayi yang…
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa pelayanan JKN menerapkan sistem berjenjang. Peserta…
Pemalangan kedua sekolah tersebut dilakukan oleh keluarga Mebri dan Wamblolo. Hal ini dilakukan sebagai bentuk…
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…
Direktur Utama Bank Papua, Yuliana D. Yembise, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting…
“Untuk pelanggaran pertama pasti ada teguran lisan, namun untuk selanjutnya kendaraan akan kami derek dan…