

Matheis Lewerisa (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Anggota DPRD Kab Jayapura yang juga salah satu tokoh masyarakat di Lembah Grime, Matheis Lewerisa mengatakan, aspirasi pemekaran daerah otonomi baru Grimenawa yang saat ini sedang diperjuangkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat secara khusus yang ada di Lembah Grimenawa, merupakan satu hal yang sangat tepat dan pantas.
Terutama dalam mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang ada di daerah yang memang cukup jauh, bahkan sangat jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Jayapura.
“Kalau saya melihat ini sangat urgen, daerah kita yang begitu luas , kalau satu kabupaten tidak akan lihat pembangunan di situ. Tapi kalau sudah dipersempit, itu mungkin baru bisa kelihatan,” kata Metheis Lewerisa kepada media ini, Jumat (11/2).
Lanjut dia, mengenai usulan pemekaran ini sebenarnya sudah diperjuangkan sejak 20-an tahun yang lalu. Hanya saja sampai saat ini pemerintah pusat belum menindaklanjuti usulan itu. Terbaru, pihaknya selaku perwakilan rakyat di wilayah itu bersama Penjabat Bupati Jayapura kembali menyerahkan aspirasi tersebut.
“Kemarin kebetulan Bapak Pj Bupati memfasilitasi tim dari maayarakat untuk ketemu DPD pusat, untuk membicarakan masalah perkembangan DOB Grimenawa yang sudah 20 tahun terkatung-katung,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya selaku anggota DPR dari daerah pemilihan wilayah itu juga sempat mempertanyakan alasan dari pemerintah pusat, mengapa daerah otonomi baru Grimenawa ini belum juga dimekarkan.
“Penjelasan dari DPD ada persoalan administrasinya yang belum lengkap. Tapi yang paling inti, mereka akan panggil dari Depdagri dan Komisi II di DPR RI untuk membicarakan hal ini,” ujarnya.
Adapun dokumen yang diserahkan itu merupakan data dokumen yang diperlukan untuk melengkapi kekurangan, terutama sebagai persyaratan pembentukan daerah otonomi baru. Selanjutnya pihaknya akan menyerahkan jawaban atas aspirasi ini kepada perwakilan DPD RI.”Nanti aspirasi ini akan dilanjutkan oleh DPD selaku perwakilan kita, ” pungkasnya. (roy/ary)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…