

Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura, saat menyerahkan secara simbolis peralatan penunjang bagi pelaku UMKM dalam program peningkatan kapasitas UMKM di Kabupaten Jayapura, Selasa (7/7). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar pelatihan kuliner pembuatan aneka kue berbahan dasar pangan lokal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah pembangunan I, II, III, dan IV Kabupaten Jayapura.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu mengembangkan usahanya serta meningkatkan daya saing produk di pasar.
Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Rahman Basri, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis membuat produk kuliner, tetapi juga memperkuat kompetensi dan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan sehingga lebih profesional dalam mengembangkan usahanya. Tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga bagaimana mereka mampu mengelola dan mengembangkan usaha sesuai dengan kebutuhan pasar,”ujarnya.
Menurut Abdul Rahman, pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM bersama para pelatih dan instansi terkait diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam meningkatkan peran pelaku UMKM sebagai penggerak roda perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, mengatakan pelatihan kuliner tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan UMKM yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.
“Seluruh bantuan peralatan dan pelatihan yang diberikan kepada peserta bersumber dari Dana Otsus Tahun 2026. Dimana kami tahun ini mengelola Ro 2 miliar untuk Dana Otsus, Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jayapura yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini,”ujarnya.
Haryanto menjelaskan, mengingat kondisi keuangan daerah yang masih terbatas, pemerintah menerapkan proses seleksi yang ketat dalam menentukan penerima bantuan agar tepat sasaran.
Menurut Haryanto, pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dan mampu meningkatkan produktivitas usaha para peserta.
“Kami ingin memastikan peralatan yang diberikan digunakan sebagaimana mestinya dan usaha mereka terus berkembang. Memang tidak semua peserta akan langsung berhasil, tetapi pemerintah akan terus hadir memberikan pembinaan agar UMKM di Kabupaten Jayapura semakin maju dan mandiri,” tutupnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …