Categories: SENTANI

Disperindag Kab. Jayapura Latih 50 IKM Olahan Cokelat

SENTANI– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jayapura menggelar pelatihan pengolahan cokelat bagi 50 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Hotel Horison Sentani, Selasa (2/9/2025).

Peserta pelatihan ini difokuskan pada Orang Asli Papua (OAP) yang bergerak di sektor olahan cokelat, dengan pembiayaan bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Kepala Disperindag Kabupaten Jayapura, Theopilus Hendrik Tegai, menjelaskan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balai Industri Makassar, akademisi, serta tenaga ahli di bidang cokelat. Ia berharap, setelah pelatihan, para peserta dapat memanfaatkan produk bubuk cokelat dari Sentra Yahim untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

“Harapannya, pelatihan ini membuat usaha olahan cokelat yang digeluti para pelaku IKM semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Sopir Maxim Dibekuk Terciduk Jual Puluhan Amunisi

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…

24 minutes ago

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

54 minutes ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

1 hour ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

2 hours ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

2 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

3 hours ago