“Saya jualan sampai dengan tanggal 16 Agustus 2025, setelah itu pulang sama rombongan, ada tiga orang yang ikut bos di Sentani, waktu berangkat kita dibelikan tiket naik kapal dan pulangnya kita beli sendiri,”akunya
Hal senada juga dikatakan Nandar pria asal Jawa Barat yang juga berjualan atribut kemedekaan di depan Masjid Al Aqsa Sentani, ia mengaku dalam berjuang atribut kemedekaan tidak seperti dulu, karena ada yang tidak membeli masih ada atribut kemerdekaan seperti bendera, umbul umbul, yang masih disimpan rapi setelah dipasang.
Walaupun demikian, ia tetap berjualan karena optimis masih ada rejeki saat jualan di Papua. Untuk atribut kemerdekaan yang dijual bervariasi harganya tergantung besar kecil ukurannya dan modelnya, ia jual mulai Rp 10 ribu hingga yang termahal Rp 300 ribu. Itupun masih bisa di tawar jika memang belinya cukup banyak.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…