

Nelvis Manobi ( FOTO: Robert Mboik Cepos)
Terkait Pembangunan Rumah Korban Bencana Banjir Tahun 2019
SENTANI-Salah satu warga yang juga sebagai penerima manfaat pembangunan rumah rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Jayapura, Nelvis Manobi, menyoroti ulah sejumlah oknum kontraktor lokal yang sudah dipercayakan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura mengerjakan rumah warga yang terkena dampak bencana banjir bandang Maret 2019 lalu, namun sampai saat ini masih lari dari tanggung jawab alias tidak melaksanakan pekerjaan fisik di lapangan sesuai dengan kontrak yang sudah di sepakati. Padahal ada sebagian oknum kontraktor ini sudah menerima dana dari pemerintah Kabupaten Jayapura.
“Saya menyoroti hasil kerja saudara-saudara kami yang berprofesi sebagai kontraktor. Dia bekerja menggunakan dana bantuan bencana, membangun rumah bagi korban bencana. Kami juga mengapresiasi yang sudah menjalankan tanggung jawabnya tetapi saya juga ingin memberikan catatan mengenai beberapa kontraktor yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya,” ujarnya kepada media ini di Sentani belum lama ini.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum kontraktor yang tidak mengerjakan rumah korban bencana banjir bandang 2019 itu, merupakan sebuah tindakan yang sangat menyakitkan hati para korban. Karena ada beberapa rumah masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut yang sama sekali tidak dikerjakan oleh kontraktor. Bahkan ada yang sudah mulai dibangun namun tidak selesai dikerjakan .
“Kami tidak mau sebut namanya, walaupun datanya ada. Tapi kami meminta kepada pihak BPBD Kabupaten Jayapura untuk segera memberikan tindakan tegas kepada saudara-saudara kami kontraktor-kontraktor nakal yang tidak menyelesaikan pekerjaannya,” harapnya.
Salah satu contoh nyata misalnya di Kampung Homfolo, Distrik Ebungfau, ada sekitar sembilan rumah warga yang menjadi korban bencana banjir bandang Maret 2019 itu yang sama sekali tidak dikerjakan oleh kontraktor.
Oleh karena itu dia berharap pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura untuk turun langsung ke lapangan memastikan rumah-rumah tersebut dikerjakan dengan baik sesuai dengan petunjuk dan teknis yang dikeluarkan oleh pemerintah.
” Saya hanya berbicara yang ada di kampung saya karena saya sendiri sebagai penerima manfaat. Ada yang sama sekali tidak dibangun dan ada yang dibangun tetapi tidak sesuai dengan perencanaan ,” ungkapnya. (roy/ary)
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…
Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…
"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…
Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…
Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…