

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jayapura, Parson Horota
SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Jayapura.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Jayapura. Di mana saat ini, pihaknya telah membangun komunikasi dengan para pelaku usaha yang berasal dari dalam negeri hingga luar negeri seperti Malaysia, Srilangka, China terkait rencana ekspor ikan tuna.
“Kita sudah jajaki dengan pengusaha yang ada di Surabaya dan Jakarta, ada juga dari luar negeri seperti Sri Lanka, Malaysia dan China. Mereka juga meminta supaya kita bisa mengekspor ikan tuna ke sana,”kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jayapura, Parson Horota, saat diwawancarai wartawan di Kantor DPRD Jayapura, Senin (2/11), kemarin.
Parson mengatakan, guna mendukung rencana pemasaran ikan Tuna lintas negara, tentunya sangat membutuhkan kualitas dan kuantitas dari ikan-ikan yang hendak diekspor itu. Salah satunya berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana untuk pengawetan ikan agar kualitasnya tetap terjaga. Sehingga pasar ikan tuna dari Demta ini bisa diminati, tidak saja dari pasar domestik, tapi juga luar negeri.
“Sekarang kita masih proses membangun tempat untuk pengolahan pengawetan ikan. Kalau kita mau ekspor ikan itu, kan kualitasnya harus terjaga,”ujarnya.
Menurut Parson, pihaknya telah membangun kerja sama dengan salah satu koperasi masyarakat nelayan yang ada di pesisir Distrik Demta. Koperasi ini nantinya yang akan menjadi pemasok ikan tuna segar yang hendak didistribusikan ke luar negeri. Lebih lanjut dia mengatakan, potensi ikan tuna yang berasal dari pesisir Demta ini memang kualitasnya cukup bagus sehingga sangat diminati bahkan hingga menembus pasar luar negeri.
Berdasarkan penjajakan yang sudah dilakukan pihaknya itu, dari beberapa negara yang berminat untuk mengimpor ikan dari Indonesia khususnya dari kabupaten Jayapura itu minimal setiap bulannya bisa mencapai 20 ton.
“Kita akan melihat sesuai dengan kemampuan nelayan kita. Apakah dengan kapasitas mesin 3 GT ini bisa menjawab kebutuhan itu, tentunya kita akan sesuaikan,” pungkasnya.(roy/tho)
Kelompok Khusus menilai pidato pengantar pemerintah daerah masih lebih banyak menjelaskan kinerja keuangan secara…
Pria tersebut diyakini berada di Jayawijaya untuk kepentingan wisata atau menonton event Festival Budaya Lembah…
Abisai mengatakan, kesempatan yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Ia meminta para mahasiswa…
Rakor tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menekan angka…
Dimana, untuk membendung laju kejahatan terhadap satwa liar tersebut, BBKSDA Papua secara masif menggalakkan program…
Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…